<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ninda89's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ninda89.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ninda89.wordpress.com</link>
	<description>"save the world in your hands, don't save in your heart"</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2009 05:24:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ninda89.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/20e2ac2c9cf6e21efe2874af6bf7420d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ninda89's Weblog</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ninda89.wordpress.com/osd.xml" title="Ninda89&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Impian menjadi seorang prajurit</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/17/impian-menjadi-seorang-prajurit/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/17/impian-menjadi-seorang-prajurit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[doktor]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[prajurit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jendral Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih dari cukup untuk dapat membwanya kemanapun ia mau. Untukitu ia bersyukur kepada Allah SWT dank arena ia adalah seorang anak yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar suatu hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=177&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jendral Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih dari cukup untuk dapat membwanya kemanapun ia mau. Untukitu ia bersyukur kepada Allah SWT dank arena ia adalah seorang anak yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.</p>
<p>Sayang sekali…. Ketika saat itu tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat.Dia ditolak karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Allah yang tidak menjawab doanya.<span id="more-177"></span></p>
<p>Ia merasa seperti seorang diri. Dengan perasaan yang kalah dan rasa amarah yang belum pernah rasakan sebelumnya. Amarah yang ditunjukannya terhadap Allah. Ia tahu bahwa Tuhan itu ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai tiran (Penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa dan melangkahkan kakinya ke dalam masjid. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.</p>
<p>Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Beberapa tahun kemudian ia menjadi seorang dokter ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor dalam pembedahan yang beresiko tinggi, dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh dokter ahli bedah muda ini. Sekarang semua pasiennya memiliki kesempatan hidup baru. Selama bertahun-tahun ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun dewasa.</p>
<p>Setelah usianya bertambah tua, ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatka.</p>
<p>Hingga saat itu tiba, saat dimana ia menutup matanya dan menjumpai Allah SWT. Ia masih penuh dengan kebencian. Lalu ia bertanya kepada Allah SWT, mengapa doa-doanya tidak dijawab. Allah Berkata “Pandanglah ke langit anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.”</p>
<p>Disana ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Disana ia sombong dan ambisius. Dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin resime. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangan yang pertamanya. Akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirim kembali ke keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping. Saat orang tuanya menangis dan terus menangis. Lalu Allah Berkata “Sekarang lihatlah bagaimana kini rencana-Ku telah terpenuhi, sekalipun engkau tidak setuju.” Sekali lagi ia memandang ke langit. Disana ia memperhatikan kehidupannya dan bebarapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya.</p>
<p>Kemudian diantara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian menjadi prajurit kelak. Namun sayangnya anak tersebut terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia menyelamatkan nyawa anak laki-laki tersebut melalui pembedahan yang ia lakukan. Kini anak laki-laki tersebut telah dewasa dan menjadi seorang jendral.</p>
<p>Sampai disitu ia tahu bahwa Allah ternyata selalu berada bersamanya. Ia mengerti bagaimana Allah telah memakainya sebagai Alat-Nya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.</p>
Posted in story Tagged: doktor, jenderal, prajurit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=177&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/17/impian-menjadi-seorang-prajurit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menemukan Kedamaian Islam Dibalik Jilbab</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/menemukan-kedamaian-islam-dibalik-jilbab/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/menemukan-kedamaian-islam-dibalik-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 03:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My diary]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Dulu… Saat Aku duduk di bangku SMA, Aku adalah seorang gadis cantik yang memakai rok pendek saat ke sekolah. Seperti umumnya gadis remaja yang lain, Aku menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Kehidupan Aku ketika itu hanya terfokus pada bagaimana menjaga penampilan Aku agar menarik di mata orang banyak.
Setelah Beberapa tahun, Aku mulai merasakan bahwa Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=171&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-172 alignleft" title="jilbab_4" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/jilbab_4.jpg?w=187&#038;h=150" alt="jilbab_4" width="187" height="150" /><span style="color:#0000ff;">Dulu… Saat Aku duduk di bangku SMA, Aku adalah seorang gadis cantik yang memakai rok pendek saat ke sekolah. Seperti umumnya gadis remaja yang lain, Aku menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Kehidupan Aku ketika itu hanya terfokus pada bagaimana menjaga penampilan Aku agar menarik di mata orang banyak.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Setelah Beberapa tahun, Aku mulai merasakan bahwa Aku selama ini sudah menjadi budak mode. Aku menjadi &#8220;tawanan&#8221; penampilan Aku sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengurungku dalam kehidupan yang serba glamour. Aku pun mulai mengalihkan kegiatanku untuk mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari Agama Islam.<span id="more-171"></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sampai saat awal Aku masuk Kuliah Di Bogor EduCARE (BEC), dimana para mahasiswa dan mahasiswi-nya Ta’at beribadah dan berpegang teguh pada tali ajaran Agama Islam. Nilai-nilai Islam dan budaya Islam yang sangat kuat di BEC membuatku ingin lebih dalam lagi mempelajari Agama Islam.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Suatu hari, Aku mendengarkan teman kontrakanku membaca kitab suci Al-Quran, kitab suci yang selama ini jarang sekali ku baca. &#8220;Awalnya, Aku hanya mendengarkan temanku melantunkan alunan Ayat suci Al-Quran dan Aku mulai tertarik membacanya kembali dan mentadabur Al-Quran untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Akhirnya, Aku benar-benar menemukan sebuah kebenaran, Aku mempelajari Agama Islam dimana Aku merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Beberapa bulan kemudian, Aku mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Aku membeli pakaian panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan Aku berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa bulan sebelumnya Aku berjalan hanya dengan celana pendek, rok mini atau pakaian lain yang &#8216;elegan&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> Orang-orang yang Aku jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, Aku benar-benar menjadi seorang perempuan. Aku merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Setelah mengenakan jilbab, Aku mulai ingin tahu tentang Niqab. Aku pun bertanya pada Murobbiku. apakah Aku juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Murobbiku menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai &#8220;pertanda keterbelakangan&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Aku melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para &#8216;pejuang kebebasan&#8217; itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sampai hari ini, Aku tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada saudara mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab serta berbagi pengalaman tentang jilbab bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Tapi mengenakan jilbab adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri.</span></p>
Posted in My diary Tagged: damai, islam, jilbab <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=171&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/menemukan-kedamaian-islam-dibalik-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/jilbab_4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jilbab_4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Persegi</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/sebuah-persegi/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/sebuah-persegi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kakek]]></category>
		<category><![CDATA[persegi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain.
Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk ayah suaminya (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=169&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain.</p>
<p>Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk ayah suaminya (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan hidup bersama mereka di sebuah kamar di luar bangunan rumah, yaitu di pelataran rumah. Adalah sang ibu melayaninya sesuai dengan kemampuannya, dan sang suami ridha dengan pelayanan terhadap ayahnya yang tidak meninggalkan kamarnya karena kesehatannya yang lemah.</p>
<p align="justify">
Sang ibupun cepat-cepat memberi sang mertua makanan. Dan bertanya kepadanya, apakah sang ayah membutuhkan pelayanan lain, lalu dia pergi meninggalkannya.</p>
<p>Saat dia kembali ke tempatnya bersama dengan putra-putranya, dia memperhatikan bahwa anak bungsunya tengah menggambar lingkaran dan persegi. Dan meletakkan di dalam lingkaran dan persegi tersebut simbol-simbol. Maka sang ibupun bertanya: Apa yang kamu gambar?</p>
<p>Dia menjawab dengan penuh kecerdasan: &#8220;Sesungguhnya aku tengah menggambar rumahku yang nanti aku akan tinggal di dalamnya saat aku dewasa dan menikah.&#8221;</p>
<p>Jawaban si anak menggembirakan sang ibu. Lalu sang ibu bertanya: Di mana engkau akan tidur?&#8221; Si anakpun memperlihatkan kepada sang ibu setiap persegi dan berkata: &#8220;ini adalah kamar tidur&#8230;.ini dapur &#8230; ini ruang tamu..&#8221; Dia menghitung-hitung apa saja yang dia ketahui dari ruang ruang di rumah.</p>
<p>Lantas dia meninggalkan satu kotak persegi yang sendirian di luar daerah yang telah dia gambar yang mencakup keseluruhan kamar.</p>
<p>Sang ibu pun terheran, dan berkata: &#8220;Lalu mengapa kamar ini ada di luar rumah? Terpisah dari kamar kamar yang lain?</p>
<p>Si anak menjawab: &#8220;Kamar tersebut untuk ibu, aku akan meletakkan ibu di sana, ibu akan hidup di sana sendirian sebagaimana kakekku yang sudah tua.&#8221;</p>
<p align="justify">Sang ibupun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putranya!!!</p>
<p>&#8220;Apakah aku akan sendirian di luar rumah di pelataran rumah tanpa bisa bersenang-senang dengan berbicara bersama anak-anakku? Aku tidak bisa berbahagia dengan ucapan ucapan mereka, kebahagiaan mereka,dan permainan mereka saat aku lemah, tidak mampu menggerakkan tubuh? Siapa yang aku ajak bicara saat itu? Apakah aku akan menghabiskan sisa umurku sendirian di antara empat dinding tanpa bisa mendengar suara anggota keluargaku??</p>
<p>Maka sang ibu cepat-cepat memanggil pembantu, kemudian dengan cepat memindah perabotan ruang tamu yang biasanya merupakan ruang yang paling baik, kemudian menghadirkan ranjang ayah suaminya, lalu memindah perabotan ruang tamu ke dalam kamar sang kakek di pelataran rumah.</p>
<p>Di saat sang suami pulang, dia terperanjat dengan apa yang dia lihat, dan takjub, lalu bertanya apa penyebab perubahan ini?</p>
<p>Sang istri menjawab dengan air mata yang berlinangan di kedua matanya: &#8220;Sesungguhnya aku memilih ruang yang paling indah untuk kita hidup didalamnya jika Allah memberikan kepada kita umur sampai usia lanjut yang lemah untuk bergerak. Dan biarlah tamu berada di ruang luar di pelataran rumah.&#8221;</p>
<p>Sang suamipun faham apa yang dimaksud oleh sang istri, lalu memuji perbuatannya terhadap ayahnya yang tengah melihat kepada mereka dengan senyuman dan pandangan mata keridhaan. Sementara sang anak&#8230; dia menghapus gambarnya&#8230; dan tersenyum.</p>
Posted in story Tagged: anak, kakek, persegi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=169&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/sebuah-persegi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harumnya Makam Masyithah</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/harumnya-makam-masyithah/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/harumnya-makam-masyithah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[harum]]></category>
		<category><![CDATA[masyithah]]></category>
		<category><![CDATA[wangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[D
iriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pada saat malam terjadinya Isra’ saya mencium bau harum, sayapun bertanya, “Ya Jibril, bau harum apakah ini?”
Jibril menjawab, “Ini adalah bau wangi wanita penyisir rambut putri Fir’aun (Masyithah) dan anak-anaknya.”
Saya bertanya, ”Bagaimana bisa demikian?”
Jibril bercerita, “Ketika dia menyisir rambut putri Fir’aun suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=165&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="float:left;text-transform:uppercase;line-height:80%;display:block;color:#333333;font-size:70px;font-family:Georgia,Times New Roman,Trebuchet MS;padding:0 8px 4px 0;"><img class="alignnone size-full wp-image-164" title="images" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg?w=137&#038;h=103" alt="images" width="137" height="103" />D</div>
<p>iriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>Radhiallahu ‘anhu</em> dia berkata, Rasulullah <em>Shalallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, “Pada saat malam terjadinya Isra’ saya mencium bau harum, sayapun bertanya, “Ya Jibril, bau harum apakah ini?”</p>
<p align="justify">Jibril menjawab, “Ini adalah bau wangi wanita penyisir rambut putri Fir’aun (Masyithah) dan anak-anaknya.”</p>
<div>Saya bertanya, ”Bagaimana bisa demikian?”</div>
<div>Jibril bercerita, “Ketika dia menyisir rambut putri Fir’aun suatu hari, tiba-tiba sisirnya terjatuh. Dia mengambilnya dengan membaca ”Bismillah (dengan nama Allah).”<br />
Putri Fir’aun berkata, “Hai, dengan nama bapakku?”<br />
Masyithah berkata, “Bukan, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu begitu juga Tuhan bapakmu.”</div>
<p align="justify">Putri Fir’aun bertanya, “Kalau begitu, kamu punya Tuhan selain ayahku?<br />
Wanita tukang sisir itu menjawab, “Ya.”<br />
Anak putri Fir&#8217;aun berkata, &#8216;Akan aku laporkan pada ayahku.&#8217;<br />
Wanita tukang sisir menjawab, &#8216;Silahkan!&#8217;</p>
<p>Putri Fir’aun kemudian melaporkan kepada bapaknya, dan Fir’aunpun kemudian memanggil Masyithah.<br />
Fir’aun bertanya, “Ya Masyithah, apakah kamu mempunyai tuhan selain aku?”<br />
Masyithah menjawab, “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”</p>
<p>Kemudian Fir&#8217;aun memerintahkan untuk mempersiapkan periuk besar dari tembaga untuk dipanaskan. Satu persatu anak wanita tukang sisir itu kemudian dilemparkan ke dalam periuk yang mendidih.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, Masyithah berkata kepada Fir’aun, “Saya mempunyai satu permohonan.”<br />
Fir’aun menjawab, “Katakanlah.”<br />
Masyithah berkata, “Saya ingin engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang-tulang anakku dalam satu kain/kantong untuk kemudian dikuburkan.”<br />
Fir’aun menjawab, “Akan aku penuhi permintaanmu.”</p>
<p>Lalu satu demi satu anaknya dilemparkan ke dalam periuk mendidih itu di depan matanya, sampai akhirnya tinggal seorang bayi yang masih menyusu. Pada saat itu wanita tukang sisir nampak ragu-ragu.</p>
<p>Si bayi diatas gendongan Masyithah, atas izin Allah tiba-tiba berbicara, “Terjunlah Ibu! Ayo terjunlah, adzab dunia lebih ringan daripada adzab Akhirat.” Mendengar anaknya berbicara si ibupun langsung terjun bersama bayinya.</p>
<p>Demikianlah sebuah kisah yang tercantum dalam Musnad Imam Ahmad, 4/291-295 dan juga tercantum dalam Majma’uz Zawa’id, 1/65. Anisul Jalabi II, Ali Al-Hazza’. Kisah dari seorang wanita bernama Mashithah yang menjadi penerang kegelapan istana Fir’aun. Dia mempertahankan kebenaran, meskipun berat dan pahit terasa. Lalu siapakah pembawa obor bagi kita di kegelapan abad dua puluh satu ini?</p>
Posted in story Tagged: harum, masyithah, wangi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=165&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/harumnya-makam-masyithah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resign</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/resign/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/resign/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 13:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[resign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Temen-temen&#8230;..
Kayaknya nda mau resign aja deh dari kerjaan nda yang sekarang. Maafin nda ya temen-teman&#8230;.
Alasan nda resign&#8230;. sebenarnya karena ada yang nda temuin di garasi rumah nda. dan itu membuat nda ingin segera resign dari perkerjaan nda.
sebenarnya&#8230;. yang nda temuin itu&#8230;&#8230;

temen-temen bisa liat sendiri qo&#8230;.

Posted in Humor Tagged: penemuan, resign      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=160&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Temen-temen&#8230;..</p>
<p>Kayaknya nda mau resign aja deh dari kerjaan nda yang sekarang. Maafin nda ya temen-teman&#8230;.</p>
<p>Alasan nda resign&#8230;. sebenarnya karena ada yang nda temuin di garasi rumah nda. dan itu membuat nda ingin segera resign dari perkerjaan nda.</p>
<p>sebenarnya&#8230;. yang nda temuin itu&#8230;&#8230;<span id="more-160"></span></p>
<p><img title="Selebihnya..." src="http://ninda89.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>temen-temen bisa liat sendiri qo&#8230;.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-161" title="uang" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/uang1.jpg?w=374&#038;h=280" alt="uang" width="374" height="280" /></p>
Posted in Humor Tagged: penemuan, resign <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=160&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/resign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/uang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Help me please</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/help-me-please/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/help-me-please/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 13:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[help]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saya sebenarnya malu dan ga enak hati, tapi bulan ini
kondisi keuangan saya bener2 lagi dalam kondisi memprihatinkan, karena
harus bayar banyak banget tagihan dan keperluan lainnya.
Saking saya merasa dah deket aja ama temen2 semua…. makanya saya berani ini…..
dan tebel muka……
Untuk itu saya berniat menjual beberapa barang berharga saya  yang masih tersisa,
Tempatnya di halaman rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=156&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Terus terang saya sebenarnya malu dan ga enak hati, tapi bulan ini<br />
kondisi keuangan saya bener2 lagi dalam kondisi memprihatinkan, karena<br />
harus bayar banyak banget tagihan dan keperluan lainnya.<br />
Saking saya merasa dah deket aja ama temen2 semua…. makanya saya berani ini…..<br />
dan tebel muka……<br />
Untuk itu saya berniat menjual beberapa barang berharga saya  yang masih tersisa,<br />
Tempatnya di halaman rumah saya …….<span id="more-156"></span></p>
<p>Kalo ada yang berminat bisa datang  besok, biar lebih gampang<br />
memilih, saya lampirkan gambar barang-barang yang bakal di SALE ……<br />
Semua dijual dengan harga temen, masih bisa ditawar kok, yang penting<br />
bisa laku……<br />
Thengkiyu….Prend…</p>
<p>Berikut adalah gambar barang-barang yang akan saya sale hari Sabtu besok…</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-155" title="mobil" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mobil.jpg?w=379&#038;h=302" alt="mobil" width="379" height="302" /></p>
Posted in Humor Tagged: help, tolong <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=156&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/help-me-please/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mobil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mobil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Mata Ibu</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/satu-mata-ibu/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/satu-mata-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 12:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[
Aku benci dia… dia begitu memalukanku.
Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku
Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku
Aku begitu malu saat itu
Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku didepan teman-temanku?!
Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari
Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dgn mengatakan
Eeee, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=151&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><img class="size-full wp-image-152 alignleft" title="mata ibu" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mata.jpg?w=121&#038;h=109" alt="mata ibu" width="121" height="109" /></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku benci dia… dia begitu memalukanku.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku begitu malu saat itu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku didepan teman-temanku?!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dgn mengatakan</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Eeee, ibumu hanya punya satu mata…!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku malu sekali dan ingin mati rasanya</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupanku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku bertengkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya:</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>“Kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaan teman2ku, mengapa ibu tak mati saja!”</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><span id="more-215"> </span>Ibuku tak menjawab…!!!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku sama sekali tak mau berpikir tentang apa yang kukatakan Karena aku sangat marah padanya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku tak pedulikan apapun perasaan dia</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku ingin keluar dari rumah itu…!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jadi aku belajar dgn keras agar aku mendapat kesempatan belajar di luar negeri</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Kubeli rumah</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku punya anak dan aku hidup bahagia</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Suatu waktu ibu mengunjungiku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Dia bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu2nya</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ketika ibu berdiri di depan pintu, Anak-anakku mentertawakannya</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku berteriak padanya: Betapa beraninya kamu datang ke rumahku Dan menakut-nakuti anakku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>PERGI DARI SINI SEKARANG!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ibuku menjawab pelahan “Maaf… saya salah alamat” Dan diapun pergi</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Suatu waktu, ada undangan reuni dikirimkan ke rumahku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jadi aku berbohong pada istriku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Kukatakan bahwa aku ada tugas keluar kota</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Usai reuni, aku mampir ke kampungku untuk sekedar rasa ingin tahu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku tak terharu ataupun meneteskan air mata..!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>“Anakku tersayang,</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku memikirkanmu setiap waktu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak2mu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku sangat gembira ketika kudengar kau akan datang ke reuni</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Maafkan aku yang membuat malu kamu saat kita masih bersama</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ketahuilah anakku…</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan 1 mata saja</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jadi… kuberikan 1 mataku padamu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Di tempatku, dengan mata itu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Bersama cintaku…</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ibumu….”</strong></span></p>
Posted in story Tagged: anak, ibu, mata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=151&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/satu-mata-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mata ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus membaca Al-Quran???</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/mengapa-harus-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/mengapa-harus-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 10:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[keranjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=145&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Al Qur’An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Al Qur’An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.” Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.  Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup, maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.  Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, ” Lihat Kek, percuma!” “Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.  Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.” Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. “Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”</p>
Posted in story Tagged: Al-Quran, keranjang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=145&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/mengapa-harus-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segenggam Garam dan Telaga</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/segenggam-garam-dan-telaga/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/segenggam-garam-dan-telaga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 06:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[garam]]></category>
		<category><![CDATA[telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya kusam. Keadaan tubuhnya tak karuan. Ia seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat menyusahkan hatinya. Begitu bertemu dengan si orang tua yang bijak, ia segera menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi.
Pak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=143&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#339966;">Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya kusam. Keadaan tubuhnya tak karuan. Ia seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat menyusahkan hatinya. Begitu bertemu dengan si orang tua yang bijak, ia segera menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi.<br />
Pak Tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Begitu tamunya selesai bertutur, ia lalu mengambil segenggam garam dan memintanya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya,” ujar Pak Tua itu.<br />
“Pahit…., pahit sekali,” jawab anak muda itu sambil meludah ke samping.<br />
Pak Tua tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan-jalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua orang itu berjalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan. Setelah melakukan perjalanan cukup lama, akhirnya mereka tiba di tepi sebuah telaga yang tenang. Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, ia mengaduk air telaga sehingga sebagian airnya terciprat membasahi wajah anak muda itu.<br />
“Sekarang, coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!” ujar Pak Tua kemudian.<br />
Anak muda itu menuruti apa yang diminta Pak Tua. Ia segera meminum beberapa teguk air telaga. Begitu tamunya selesai mereguk air, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”<br />
“Segar!” sahut anak muda itu.<br />
“Apakah engkau bisa merasakan garam di dalam air itu?” tanya Pak Tua lagi.<br />
“Tidak,” jawab si anak muda.<br />
Dengan bijak, Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.<br />
“Anak muda, dengarkanlah ucapanku. Pahitnya kehidupan yang engkau rasakan seperti segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu tergantung dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi ketika engkau merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa engkau lakukan untuk mengatasinya. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”<br />
Pak Tua itu kembali menambahkan nasihatnya, “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Qalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. “<br />
Keduanya beranjak meninggalkan tepian telaga. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya untuk meminta nasihat.</span></p>
Posted in story Tagged: garam, telaga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=143&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/segenggam-garam-dan-telaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Siapakah Kamu, tetapi Apa Yang Sudah Kamu Lakukan ??</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/bukanlah-siapakah-kamu-tetapi-apa-yang-sudah-kamu-lakukan/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/bukanlah-siapakah-kamu-tetapi-apa-yang-sudah-kamu-lakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[bertani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=137&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p><span style="color:#ffffff;">Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung, didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak &amp; adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang. Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “ Apakah kamu mau tahu jawabannya??????… Dengan tersenyum ibu itu menjawab, ” Ooo …tidak tidak begitu nak…. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”</span></p>
</div>
Posted in story Tagged: bangga, bertani <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=137&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/bukanlah-siapakah-kamu-tetapi-apa-yang-sudah-kamu-lakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhwan Sejati</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/ikhwan-sejati/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/ikhwan-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[ikhwan, MUHAMMAD<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=135&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p><span style="color:#0000ff;">Seorang remaja pria bertanya pada ibunya:  Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sang Ibu tersenyum dan menjawab…<br />
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,  tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya ….</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,   tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran… ..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah  dilihat dari kerasnya pukulan,   tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya. ..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">….setelah itu, ia kembali bertanya…<br />
” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti  itu, Ibu ?”<br />
Sang Ibupun memberikan bukunya sambil berkata….  “Pelajari tentang dia…”<br />
ia pun mengambil buku itu<br />
“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…..</span></p>
</div>
Posted in story Tagged: ikhwan, Muhammad <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=135&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/ikhwan-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keep Chasing My Dreams</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/03/19/130/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/03/19/130/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 02:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My diary]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Akhi/ukhtifillah&#8230;
Hari Rabu tanggal 18 Maret 2009 merupakan awal dan akhir bagi nda. Saat itu nda mengakhiri suatu ikatan dengan orang yang nda sayang. Tapi saat itu juga merupakan awal bagi nda untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik. Saat itu nda emang ngerasa berat bangat untuk menjalaninya, tapi saat meninggalkan hal yang memang jelas dilarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=130&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Akhi/ukhtifillah&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">Hari Rabu tanggal 18 Maret 2009 merupakan awal dan akhir bagi nda. Saat itu nda mengakhiri suatu ikatan dengan orang yang nda sayang. Tapi saat itu juga merupakan awal bagi nda untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik. Saat itu nda emang ngerasa berat bangat untuk menjalaninya, tapi saat meninggalkan hal yang memang jelas dilarang agama, rasanya seperti bebas dari hal yang udah mengikat. Walaupun agak sedikit sakit, tapi nda percaya waktu akan menyembuhkan luka nda. Karena life must go on&#8230;. meskipun begitu, nda masih fokus dengan tujuan nda. Insya Allah dengan ridho Allah, nda akan tetap fokus dengan tujuan nda. Mau tau ga nda fokus sama apa&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Tahun 2009 ini nda harus dapat pekerjaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Tahun 2012 Berwirausaha&#8230; enaknya bikin usaha apa ya??? Usaha kontrakan dan toko kue</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Tahun 2014 tepatnya saat nda berusia 25 tahun, <span style="color:red;">Walimah.</span></p>
<p class="MsoNormal">Boleh dong nda punya cita-cita&#8230; itu sekedar cita-cita aja. Tapi yang memiliki kehendak hanya Allah SWT. Tapi nda juga akan berusaha untuk tetap fokus dan berusaha menjadi muslimah yang lebih baik dari sekarang.</p>
<p class="MsoNormal">Mohon doa dan sarannya ya&#8230; agar nda bisa tetap Istiqomah.</p>
Posted in My diary Tagged: fokus, Istiqomah, muslimah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=130&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/03/19/130/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepribadian</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kepribadian/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 09:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[koleris]]></category>
		<category><![CDATA[melankolis]]></category>
		<category><![CDATA[plegmatis]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[sanguinis]]></category>
		<category><![CDATA[tipe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Empat Tipe Kepribadian


Artikel ini berisi tentang tipe-tipe kepribadian seseorang beserta ciri-ciri dari tipe kepribadian tersebut. Mau tau tipe kepribadian apa yang paling dominan di diri kamu? baca aja deh artikel ini!
Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=112&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Mengenal Empat Tipe Kepribadian</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-123" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p1.jpg?w=97&#038;h=112" alt="" width="97" height="112" /><br />
</strong></p>
<address><span style="color:#3366ff;">Artikel ini berisi tentang tipe-tipe kepribadian seseorang beserta ciri-ciri dari tipe kepribadian tersebut. Mau tau tipe kepribadian apa yang paling dominan di diri kamu? baca aja deh artikel ini!</span></address>
<address><span id="more-112"></span>Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.</address>
<p>Menurut teori ini, tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai &#8220;si tukang bicara&#8221;.<br />
Tipe kedua adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai &#8220;si pelaksana&#8221;.<br />
Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai &#8220;si perfeksionis&#8221; atau &#8220;si pemikir&#8221;.<br />
Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai &#8220;si pengamat&#8221; atau &#8220;si manis&#8221;.<br />
Kepribadian secara umum diartikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang menentukan pola perilakunya. Feist &amp; Feist (2002) dalam bukunya Theories of Personality menjelaskan bahwa secara spesifik kepribadian terdiri dari sifat-sifat atau disposisi-disposisi yang mengakibatkan perbedaan individu dalam perilaku.<br />
Sifat-sifat seseorang itu mungkin sama-sama dimiliki dalam satu kelompok (keluarga, masyarakat), tetapi polanya antara individu berbeda. Jadi, tiap-tiap orang memiliki kepribadian yang unik.<br />
Di dalam Psikologi, definisi kepribadian yang paling sering disebut adalah definisi yang dikemukakan oleh Gordon W. Allport. Psikolog yang meraih gelar doktor dari Harvard University dalam usia 24 tahun ini merangkum 49 definisi kepribadian dari berbagai sumber dan mengusulkan definisi yang cukup komprehensif.<br />
Mula-mula (tahun 1937) ia mendefinisikan kepribadian sebagai &#8220;organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungan&#8221;.<br />
Tahun 1961 ia merevisi dengan mengubah frase terakhir menjadi &#8220;yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.&#8221; Jadi, kepribadian adalah organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Seperti yang dikisahkan Feist &amp; Feist, Allport memilih tiap frase dalam definisinya secara hati-hati, sehingga benar-benar menyatakan apa yang ingin ia katakana.<br />
Istilah &#8220;organisasi dinamis&#8221; menunjukkan suatu integrasi atau saling keterkaitan dari berbagai aspek kepribadian. Kepribadian merupakan sesuatu yang terorganisasi dan terpola. Bagaimanapun, kepribadian bukan suatu organisasi yang statis melainkan secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.<br />
Istilah &#8220;psikofisik&#8221; menekankan pentingnya aspek psikologis dan fisik dari kepribadian. Kata &#8220;menentukan&#8221; dalam definisi kepribadian menunjukkan bahwa kepribadian &#8220;merupakan sesuatu dan melakukan sesuatu&#8221;. Kepribadian bukanlah topeng yang secara tetap dikenakan seseorang; dan juga bukan perilaku sederhana. Kepribadian menunjuk orang di balik permukaannya atau organisme di balik tindakannya.<br />
Dengan kata &#8220;karakteristik&#8221; Allport ingin menunjukkan sesuatu yang unik atau individual. Kepribadian seseorang bersifat unik, tidak dapat diduplikasi (ditiru) oleh siapa pun. Kata &#8220;perilaku dan pikiran&#8221; secara sederhana menunjuk pada sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, baik perilaku internal (pikiran-pikiran) maupun perilaku-perilaku eksternal seperti berkata-kata atau tindakan.<br />
Berdasarkan penjelasan Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.<br />
Dalam mengenal kepribadian seseorang, kepribadian dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:<br />
1.	SANGUINIS yang pada umumnya mempunyai:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Suka bicara<br />
·	Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif<br />
Antusias dan ekspresif<br />
·	Ceria dan penuh rasa ingin tahu<br />
·	Hidup di masa sekarang<br />
·	Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)<br />
·	Berhati tulus dan kekanak-kanakan<br />
·	Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)<br />
·	Umumnya hebat di permukaan<br />
·	Mudah berteman dan menyukai orang lain<br />
·	Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian<br />
·	Menyenangkan dan dicemburui orang lain<br />
·	Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)<br />
·	Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan<br />
·	Menyukai hal-hal yang spontan<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)<br />
·	Membesar-besarkan suatu hal / kejadian<br />
·	Susah untuk diam<br />
·	Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)<br />
·	Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele<br />
·	RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)<br />
·	Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)<br />
·	Mudah berubah-ubah<br />
·	Susah datang tepat waktu jam kantor<br />
·	Prioritas kegiatan kacau<br />
·	Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas<br />
·	Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya<br />
·	Egoistis<br />
·	Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama<br />
·	Konsentrasi ke &#8220;How to spend money&#8221; daripada &#8220;How to earn/save money&#8221;.</p>
<p>2.	MELANKOLIS yg pada umumnya mempunyai:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Analitis, mendalam, dan penuh pikiran<br />
·	Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal<br />
·	Artistik, musikal dan kreatif (filsafat &amp; puitis)<br />
·	Sensitif<br />
·	Mau mengorbankan diri dan idealis<br />
·	Standar tinggi dan perfeksionis<br />
·	Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)<br />
·	Hemat<br />
·	Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)<br />
·	Kalau sudah mulai, dituntaskan.<br />
·	Berteman dengan hati-hati.<br />
·	Puas di belakang layar, menghindari perhatian.<br />
·	Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi<br />
·	Sangat memperhatikan orang lain<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)<br />
·	Mengingat yang negatif &amp; pendendam<br />
·	Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah<br />
·	Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan<br />
·	Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah<br />
·	Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)<br />
·	Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan<br />
·	Hidup berdasarkan definisi<br />
·	Sulit bersosialisasi<br />
·	Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya<br />
·	Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)<br />
·	Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)<br />
·	Memerlukan persetujuan</p>
<p>3.	KOLERIS pada umumnya mempunyai:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif<br />
·	Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan<br />
·	Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target<br />
·	Bebas dan mandiri<br />
·	Berani menghadapi tantangan dan masalah<br />
·	&#8220;Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini&#8221;.<br />
·	Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat<br />
·	Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas<br />
·	Membuat dan menentukan tujuan<br />
·	Terdorong oleh tantangan dan tantangan<br />
·	Tidak begitu perlu teman<br />
·	Mau memimpin dan mengorganisasi<br />
·	Biasanya benar dan punya visi ke depan<br />
·	Unggul dalam keadaan darurat<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)<br />
·	Senang memerintah<br />
·	Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai<br />
·	Menyukai kontroversi dan pertengkaran<br />
·	Terlalu kaku dan kuat/ keras<br />
·	Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik<br />
·	Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci<br />
·	Sering membuat keputusan tergesa-gesa<br />
·	Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain<br />
·	Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan<br />
·	Workaholics (kerja adalah &#8220;tuhan&#8221;-nya)<br />
·	Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf<br />
·	Mungkin selalu benar tetapi tidak popular</p>
<p>4.	PLEGMATIS:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh<br />
·	Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik<br />
·	Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana<br />
·	Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)<br />
·	Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi<br />
·	Penengah masalah yg baik<br />
·	Cenderung berusaha menemukan cara termudah<br />
·	Baik di bawah tekanan<br />
·	Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan<br />
·	Rasa humor yg tajam<br />
·	Senang melihat dan mengawasi<br />
·	Berbelaskasihan dan peduli<br />
·	Mudah diajak rukun dan damai<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru<br />
·	Takut dan khawatir<br />
·	Menghindari konflik dan tanggung jawab<br />
·	Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)<br />
·	Terlalu pemalu dan pendiam<br />
·	Humor kering dan mengejek (Sarkatis)<br />
·	Kurang berorientasi pada tujuan<br />
·	Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri<br />
·	Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat<br />
·	Tidak senang didesak-desak<br />
·	Menunda-nunda / menggantungkan masalah.<br />
Baik hati, cerewet, lemah lembut, hangat, agresif, jujur, sabar, optimis merupakan kata sifat yang sering digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang. Begitu juga konsep ekstrover/introver, emosi stabil/labil, locus of control internal/eksternal, konsep diri positif/negative, dsb.<br />
Kepribadian seseorang juga digambarkan berdasarkan profil motif (kebutuhan-kebutuhan), minat, nilai hidup, dsb. Pendek kata, banyak sekali hal yang dapat dideskripsikan untuk mewakili kepribadian seseorang.<br />
Banyak orang berpikir bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang cukup stabil, tidak berubah-ubah. Orang yang keras kepala selamanya akan keras kepala. Orang yang cerewet selamanya akan cerewet. Orang yang lemah lembut selamanya akan lemah lembut.<br />
Bila kita beberapa kali menghadapi perilaku rekan atau keluarga, kalau itu menyenangkan, kita segera menunjuk sifat baik orang itu. &#8220;Memang orangnya baik, kooperatif&#8221;; &#8220;Kamu orang yang optimistis&#8221; misalnya. Informasi mengenai perilaku yang bertentangan dengan sifat yang kita yakini, cenderung tidak kita percaya.<br />
Sebaliknya, bila kita menghadapi kesulitan dalam menanggapi perilaku orang lain, kata-kata sifat negatif sering telontar, seperti &#8220;Dasar keras kepala&#8221;, &#8220;Dasar pembohong&#8221;, misalnya. Kadang ditambah lagi dengan ungkapan: &#8220;Dasar sudah watak. Watak memang lebih sulit disembuhkan daripada watuk (batuk)&#8221;.<br />
Benarkah kepribadian merupakan sesuatu yang menetap, tidak dapat berubah? Keyakinan mengenai hal ini menentukan optimisme seseorang yang berkehendak untuk memengaruhi kepribadian orang lain.<br />
Bila kepribadian diyakini sebagai sesuatu yang stabil (tidak dapat berubah), kita menjadi pesismis untuk dapat mengembangkan kepribadian. Berharap pun mungkin kita tidak mau. Lebih buruk lagi bila kita menutup diri untuk mengalami perkembangan dan perubahan kepribadian.</p>
Posted in News Tagged: kepribadian, koleris, melankolis, plegmatis, pribadi, sanguinis, tipe <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=112&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lyric</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/lyric/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/lyric/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[chris]]></category>
		<category><![CDATA[jordin]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>
		<category><![CDATA[lyric]]></category>
		<category><![CDATA[no air]]></category>
		<category><![CDATA[song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[No Air
Jordin Spark vs Crish Brown
If i should die befor i wake
it&#8217;s couse you took my breathe away
losing you is like living in a world with no air
i&#8217;m here alone didn&#8217;t wonna leave
my heart wont move, it&#8217;s incomplete
wish there was a way that i can make you understand
but how&#8230;
do you expact me to live alone [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=106&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_125" class="wp-caption aligncenter" style="width: 193px"><img class="size-full wp-image-125" title="jordin sparks" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p4.jpg?w=183&#038;h=138" alt="No Air" width="183" height="138" /><p class="wp-caption-text">No Air</p></div>
<p style="text-align:center;"><strong>No Air</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jordin Spark vs Crish Brown</strong></p>
<p style="text-align:center;">If i should die befor i wake<br />
it&#8217;s couse you took my breathe away<br />
losing you is like living in a world with no air</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-106"></span>i&#8217;m here alone didn&#8217;t wonna leave<br />
my heart wont move, it&#8217;s incomplete<br />
wish there was a way that i can make you understand</p>
<p style="text-align:center;">but how&#8230;<br />
do you expact me to live alone with just me<br />
couse my world revolves around you<br />
it&#8217;s so hard for me to breathe</p>
<p style="text-align:center;">tell me how i&#8217;m supposed to breathe with no air<br />
can&#8217;t live, can&#8217;t breathe with no air<br />
there&#8217;s how i feel whenever you ain&#8217;t there<br />
there&#8217;s no air no air<br />
got me out here in the water so deep<br />
tell me how you gon&#8217; be without me<br />
if you ani&#8217;t here i just can&#8217;t breathe<br />
there&#8217;s no air no air</p>
<p style="text-align:center;">i walked, i ran, i jumped, i flew<br />
right off the ground to flow to you<br />
there&#8217;s no gravity to hold me down, for real</p>
<p style="text-align:center;">but somehow i&#8217;m still alive inside<br />
you took my breathe but i survived<br />
i don&#8217;t know how but i don&#8217;t even care</p>
<p style="text-align:center;">so how&#8230;<br />
do you expact me to live alone with just me?<br />
couse my world revolves around you<br />
it&#8217;s so hard for me to breath</p>
<p style="text-align:center;">tell me how i&#8217;m supposed to breathe with no air<br />
can&#8217;t live, can&#8217;t breathe wiht no air<br />
there&#8217;s how i fell whenever you ain&#8217;t there<br />
there&#8217;s no air no air<br />
got me out here in the water so deep<br />
tell me how you gon&#8217; be without me<br />
if you ain&#8217;t here i just can&#8217;t live<br />
there&#8217;s no air no air</p>
<p style="text-align:center;"><!--Text and/or HTML code that is inserted after the exported output (e.g., copyright notice).--></p>
Posted in Entertainment Tagged: chris, jordin, lagu, lirik, lyric, no air, song <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=106&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/lyric/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jordin sparks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kisah-nyata/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kisah-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[andi]]></category>
		<category><![CDATA[baro]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mamah]]></category>
		<category><![CDATA[munifah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[
My Memory
hai teman-teman&#8230; ini adalah kisah nyata dari ibu nda. Dia sedang mencari seseorang yang sangat ingin ia temui. setelah baca kisah ini, nda harap ada orang yang bisa memberitahu keberadaan orang tersebut. itu pun kalau ada yang tau. sayangnya ibu nda ga punya fotonya.

Disekitar tahun 1987-1988, sewaktu aku duduk di kelas 2 SMA swasta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=104&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><!--Text and/or HTML code that is inserted before the exported output (e.g., company logo).--><br />
<strong>My Memory</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#3366ff;">hai teman-teman&#8230; ini adalah kisah nyata dari ibu nda. Dia sedang mencari seseorang yang sangat ingin ia temui. setelah baca kisah ini, nda harap ada orang yang bisa memberitahu keberadaan orang tersebut. itu pun kalau ada yang tau. sayangnya ibu nda ga punya fotonya.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span id="more-104"></span></p>
<p>Disekitar tahun 1987-1988, sewaktu aku duduk di kelas 2 SMA swasta di Karang Kitri, Bekasi, tepatnya di SMA 45 Bekasi (UNISMA). Disitulah awal mula perkenalan ku dengan seorang siswi baru pindahan dari Donggalan, Sulawesi Tengah. Dia siswi yang cantik dan tutur katanya pun lembut. Dia duduk sebangku dengan ku. Dia adalah Munifah Andi Baro.<br />
Dari hari ke hari, persahabatan kami semakin erat, bahkan sampai-sampai tidak pernah ada rahasia diantara kami. Kami sering menghabiskan waktu bersama dan pergi ke taman rekreasi bersama-sama, hingga merayakan pesta tahun baru pun bersama-sama di monas.<br />
Suatu hari aku diajak main ke tempat keluarganya di daerah Kalibata, Jakarta. Meskipun dia pendatang dari luar Pulau Jawa, tetapi dia lebih tau seluk beluk Jakarta dibandingkan aku yang penduduk asli Bekasi. Lalu saya diajak ke daerah Kramat Raya, Jakarta, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ternyata disana ada persatuan team sepak bola yang baru datang dari donggalan dan mereka semua itu adalah teman-temannya Munifah yang dikenalkan kepada ku saat itu juga. Akan tetapi saat ini aku sudah lupa dengan nama-nama mereka. Hanya ada satu nama yang hingga kini masih ku ingat, &#8220;Abdullah Peta Maliang&#8221;. Selain namanya yang unik, orangnya juga ganteng loh&#8230;<br />
Selama seminggu team sepak bola tersebut ada di Jakarta dan selama itu juga aku dan munifah selalu pergi ke jakarta setelah pulang sekolah sampai akhirnya team sepak bola tersebut kembali ke Sulawesi. Bahkan aku ikut mengantar mereka hingga ke pelabuhan Tanjung Priuk.<br />
Di Bekasi munifah tinggal bersama kakak laki-lakinya yang bernama Umar Andi Baro dan kakak iparnya yang bernama Munzifah dan memiliki seorang anak perempuan. Mereka tinggal di Perumahan Babelan Indah Blok D No. 444 Bekasi. munifah pernah cerita kalau rumahnya yang di Donggalan tidak jauh letaknya dari SMA Donggalan.<br />
Sudah hampir 20 tahun ini aku tidak mendengar kabarnya. Ketika SMA, munifah berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Robert. Akan tetapi Umar tidak menyetujui hubungan mereka. Kabar terakhir yang ku dengar, ketika aku main ke rumah kakaknya Munifah, Umar memberi tahu ku bahwa Munifah sudah kembali ke Sulawesi Selatan. Entah itu benar atau tidak, tetapi aku berfikir kalau kakaknya menjauhkan aku dari munifah karena dia berfikir kalau akulah yang mendekatkan Munifah dengan Robert.<br />
Hingga saat ini aku tidak mengetahui keberadaan Munifah. aku ingin sekali bertemu dengannya setelah sekian lama berpisah darinya. Aku sudah mencari kabar tentang munifah kepada teman-temanku yang lain, akan tetapi tidak ada kabar sedikit pun mengenainya. tidak ada yang tau dia pergi kemana dan tinggal dimana. Hanya ini yang bisa aku lakukan, mencarinya melalui internet. Aku hanya berharap ada seseorang yang membuka situs ini dan mengenal Munifah Andi Baro dan mengetahui keberadaanya. Bagi yang mengenalnya, tolong kirimkan comment anda ke blog ini. karena aku sangat ingin bertemu dengannya. Hingga saat ini aku belum pernah menemukan sahabat sebaik dia.</p>
<p style="text-align:right;">Sri Hartati<br />
<!--Text and/or HTML code that is inserted after the exported output (e.g., copyright notice).--></p>
Posted in story Tagged: andi, baro, kenangan, kisah, mamah, munifah, sahabat, story <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=104&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaya Belajar</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/gaya-belajar/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/gaya-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[gaya]]></category>
		<category><![CDATA[jenis]]></category>
		<category><![CDATA[learn]]></category>
		<category><![CDATA[macam]]></category>
		<category><![CDATA[style]]></category>
		<category><![CDATA[tipe belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[
Gaya Belajar
Terdapat tiga macam gaya belajar seseorang, yaitu gaya belajar Visual, Auditorial dna konestetik.
Meskipun setiap orang belajar dengan menggunakan ketiga gaya belajar ini. Namun pada tahap dan titik tertentu orang lebih cendrung pada salah satu diantara ketiganya.
Nah&#8230;. yang ya gaya belajar yang cocok buat kamu???
mau tau&#8230;. baca aja lanjutannya!!

1.	Bagaimana mengenali gaya belajar
Ø	Ikutilah sebuah seminar atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=99&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><!--Text and/or HTML code that is inserted before the exported output (e.g., company logo).--><br />
<strong>Gaya</strong> <strong>Belajar</strong></p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;"><span style="color:#3366ff;">Terdapat tiga macam gaya belajar seseorang, yaitu gaya belajar Visual, Auditorial dna konestetik.<br />
Meskipun setiap orang belajar dengan menggunakan ketiga gaya belajar ini. Namun pada tahap dan titik tertentu orang lebih cendrung pada salah satu diantara ketiganya.</span></p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;"><span style="color:#3366ff;">Nah&#8230;. yang ya gaya belajar yang cocok buat kamu???</span></p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;"><span style="color:#3366ff;">mau tau&#8230;. baca aja lanjutannya!!</span></p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;"><span id="more-99"></span></p>
<p>1.	Bagaimana mengenali gaya belajar</p>
<p>Ø	Ikutilah sebuah seminar atau lokakarya. Coba perhatikan dengan cara apa kamu legih dapat menyerap informasi isi seminar? Orang auditorial lebih menyukai mendengarkan presentasi bicara dan kadang kehilangan urutannya ketika mencatat apa yang dibicarakan saat presentasi berlangusng. Orang visual lebih mengerti isi seminar dengan cara membaca makalah dan memperhatikan ilustrasi yang ditampilkan di papan tulis atau di transparasi. Mereka juga dapat mencatat dengan baik apa yang disampaikan oleh pembicara. Sedangkan orang kinestetik akan mendapatkan hasil lebih baik dengan cara interaksi kelompok.</p>
<p>Ø	Suatu hari kamu membeli sebuah alat pemanggang dagiang yang terdiri dari 25 bagian yang terpisah-pisah dan dilengkapi dengan buku petunjuk pemasangan. Bagaimana cara yang paling mudah bagi kamu memasang alat ini? Jika kamu memulai bekerja dengan bagian-bagian tersebut secara fisik, kamu meungiki termasuk kinestetik. Jika kamu melakukannya dengan cara membaca buku panduannya sampai mendapatkan berbagai hal bagi kamu, maka kemungkinan besar kamu termasuk visual. Tetapi bila cara yang paling tepat adalah dengan menelpon tokonya dan meminta penjelasan dasri teknisinya maka ini petunjuk bahwa kamu termasuk auditorial.</p>
<p>2.	Tips bagi para pelajar Visual, Auditorial dan kinestetik<br />
Berikut ini adalah beberapa tips bagi para pelajar Visual, Auditorial dan Kinestetik diantaranya:</p>
<p>a.	Pelajar Visual</p>
<p>Dorongan para pelajar visual membuat banyak symbol dan gambar dalam catatan mereka. Dalam matematika dan ilmu pengetahuan, table dan grafik akan memperdalam pemahaman mereka. Pete pikiran dapat menjadi alat yang bagus bagi para pelajar visua dalam mata pelajaran apapun. Karena para pelajar visual belajar teraik saat mereka muali denga &#8220;gambaran keseluruhan&#8221;, melakukan tinjauan umum mengenai bahan pelajaran akan sangat membantu. Membaca bahan secara sekilas, misalnya memberikan gambaran umum mengenai bahan bacaan sebelum mereka terjun kedalam perinciannya.</p>
<p>b.	Pelajar Auditorial</p>
<p>Mendengarkan ceramah atau guru menerangkan, contoh cerita serta mengulang informasi adalah cara utama belajar mereka. Para pelajar auditorial mungkin lebih suka merekam pada kaset dari pada mencatat, karena mereka suka mendengarkan informasi berulang-ulang. Mereka mungkin mengulang sendiri dengan keras apa yang dikatakan. Mereka tentu saja menyimak, hanya saja mereka suka mendengarkannya lagi. Jika melihat mereka kesulitan denga suatu konsep, bantulah mereka berbicara dengan diri sendiri utnuk memahaminya. Dapat pula membuat fakta panjang yang mudah diingat oleh pelajar auditorial dengan mengubahnya menjadi lagu, dengan melodi yang sudah dikenal baik. Para pelajar auditorial yang suka mendengarkan music sambil belajar, ada yang mengganggapnya sebagai gangguan. Pelajar auditorial harus diperbolehkan berbicara dengan suara perlahan pada didi mereka sendiri sambil bekerja.</p>
<p>c.	Pelajar Kinestetik</p>
<p>Pelajar-pelajar ini menyukai proyek terapan. Lakon pendek dan lucu terbukti sangat membantu. Para pelajar kinestetik suka belajar melalui gerakan, an paling baik menghafal informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta. Tunjukkan caranya kepada mereka. Banyak pelajar kinestetik menjauhkan diri dari bangku. Mereka lebuh suka duduk dilantai dan menyebarkan pekerjaan disekeliling mereka.</p>
<p>3.	Karakteristik Gaya Belajar<br />
Setap gaya belajar memiliki karakteristik masing-masing, diantaranya:</p>
<p>a.	Gaya Belajar Visual</p>
<p>§	Rapi dan teratur<br />
§	Berbicara dengan cepat<br />
§	Pandai membuat rencana jangka panjang<br />
§	Teliti dan detail<br />
§	Mengutamakan penampilan (pakaian maupun presentasi)<br />
§	Lebih mudah mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar<br />
§	Biasanya tidak terganggu dengan keributan<br />
§	Pembaca cepat dan tekun<br />
§	Lebih suka membaca dari pada dibacakan<br />
§	Mencoret-coret ketika berbicara ditelepon<br />
§	Sering lupa menyampaikan pesan yang verbal kepada orang lain<br />
§	Menjawab pertanyaan dengan ya atau tidak<br />
§	Tahu apa yang harus dikatakan namun tidak pandai memilih kata-kata<br />
§	Kadang-kadang kehilangan konsetrasi</p>
<p>b.	Gaya Belajar Auditorial</p>
<p>§	Berbicara kepada diri sendiri saat sedang beraktivitas<br />
§	Mudah terganggu oleh keributan<br />
§	Menggerakan bibir dan mengucapkan tulisan ketika membaca<br />
§	Bisa mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara<br />
§	Kesulitan menulis tapi cakap dalam bercerita<br />
§	Berbicara dalam irama yang berpola<br />
§	Biasanya pembicara yang fasih<br />
§	Lebih banyak belajar dengan cara mengingat apa yang didiskusikan<br />
§	Suka berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebat<br />
§	Bermasalah ketika mealkan aktivitas yang melibatkan bisualisasi<br />
§	Lebih pandai mengeja denga keras dari pada menuliskannya<br />
§	Lebih suka gurauan lisan dadri pada membaca komik</p>
<p>c.	Gaya Belajar Kinestetik</p>
<p>§	Bicaranya perlahan<br />
§	Menyentuh lawan bicara untuk mendapatkan perintah mereka<br />
§	Berbicara dalam jarak dekat<br />
§	Banyak bergerak<br />
§	Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar<br />
§	Belajar melalui praktek<br />
§	Menghafal sambil berjalan dan melihat<br />
§	Menggunakan jari atau lidi ketika membaca<br />
§	Tidak dapat mengingat sebuah daerah atau tempat kecuali pernah berkunjung ke daerah itu<br />
§	Baanyak menggunakan kata-kata yang mengandung aksi<br />
§	Tulisan kemungkinan jelek<br />
§	Ingin melakukan banyak hal<br />
§	Menyukai permainan yang menyibukkan</p>
<p><!--Text and/or HTML code that is inserted after the exported output (e.g., copyright notice).--></p>
Posted in News Tagged: belajar, gaya, jenis, learn, macam, style, tipe belajar <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=99&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/gaya-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Heart</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/a-heart/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/a-heart/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[climbing]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[heart]]></category>
		<category><![CDATA[mountain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[

Now was 11.30 PM. I did not know why I could not sleep. I put my blanket off and went down from my bed. There was a table beside my bed. I wanted to take a book. There was a new novel by Habiburrahman Al-Shirazi that I had not read yet. When I opened the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=90&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-127" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p2.jpg?w=130&#038;h=103" alt="" width="130" height="103" /></p>
<p><!--Text and/or HTML code that is inserted before the exported output (e.g., company logo).--></p>
<p>Now was 11.30 PM. I did not know why I could not sleep. I put my blanket off and went down from my bed. There was a table beside my bed. I wanted to take a book. There was a new novel by Habiburrahman Al-Shirazi that I had not read yet. When I opened the first box of the table, my eyes looked at a blue photo album. The photos were memories of my all climbing while were on top of Gunung Gede, Lawu, Slamet, Merapi and the last was Semeru. I took it on and opened it piece by piece. A photograph when I was on top of Gunung Gede brought me to my memory four years ago. There was someone beside me in the photograph. The face, eyes, and smile that ever accompanied my days four years ago. I tried to forget it during two years. I could forget it but not all. Now, the face reminded me all. I took the photograph and I brought it to my bed. I wanted it to accompany my sleep like four years ago.</p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p>The sunlight from the window forced me to wake up. I looked at a digital watch on the table. Oh my God, now was 6.30 AM. I immediately went to bath room and took a bath. I forgot to set up the alarm. After taking a bath, I took my shirt out from the cupboard and I wore it. Then I turned on my motorcycle and went to the office.</p>
<p>There was a message when I enjoyed working. It was from Shinta – my fiancée. She reminded me in order not forget to have lunch together in our favorite restaurant. We had been engaged for a month. I got a great fortune to engage her. Shinta was very beautiful, had well-mannered and she was from aristocratic class. Shinta whose behavior was friendly made her had a lot of friends. Sometimes I could not think why she chose me as her boyfriend. I was just an ordinary man who had barely economy. I lived in boarding house and just had a motorcycle.</p>
<p>My friend introduced her to me two years ago. Beginning of our introduction, I felt inferior because I heard from my friends Shinta had a great role in a famous company, but she was very kind. She could make my self-confidence grow. She made me proud in front of my friends.</p>
<p>I immediately went out from my office and headed to our favorite restaurant.</p>
<p>&#8220;Honey, I bring several examples of our marriage invitation design card. Look!&#8221; she said while give me a yellow invitation card.</p>
<p>&#8220;it is very beautiful.&#8221;</p>
<p>I said in my mind it was certainly expensive but it was not a problem. When my family asked for her in marriage, Shinta&#8217;s parents convinced my parents of the wedding ceremony cost would be borne by them.</p>
<p>&#8220;But I want there is our photograph in the invitation card. Would you like to make a pre wedding photograph? I have called a photographer, he is my friend.&#8221; She said and I just shook my head.</p>
<p>In the afternoon, I was reading Ayat-Ayat Cinta by Habiburrahman Al-Shirazi when my phone rang. There was unknown number. I was doubtful to answer it.</p>
<p>&#8220;Hello, are you Dimas?&#8221; a voice was heard from my handphone.</p>
<p>&#8220;yes, I am. Can I get your name?&#8221; I replied.</p>
<p>&#8220;I am Surya. We ever met in Malang five months ago. Do you still  remember?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh yes, I do. We  returned down together from Semeru, did not it?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yes, you are right. Honestly, I need your hand. Both of my friends and I are in Jakarta now. We want to climb Gunung Gede. Can you give us a hand to guide us to Gunung Gede? I am sorry, I ask you suddenly because I think of it unexpectedly.&#8221; He explained.</p>
<p>&#8220;Going to Gede? Hm… I will call you back later.&#8221; I answered.</p>
<p>&#8220;Okay, I will wait for your decision.&#8221;</p>
<p>&#8220;I disagree you go to Gunung Gede.&#8221; Shinta said when I ask her permission to go to Gunung Gede. Although she did not like my hobby : climbing the mountain, she always permit me to climb. I did not know why she forbade me to climb this time.</p>
<p>&#8220;But Surya come to climb from Malang. Moreover, when I was in Semeru, Surya helped me when I would fall to ravine.&#8221;I looked at her intently. Then she held on my hand tightly.</p>
<p>&#8220;I do not know why I feel heavy to permit you to climb to Gede this time.&#8221; She said softly.</p>
<p>I was surprised, I had known her during two years and I never saw her so sad like this time. I held on her hand tightly.</p>
<p>&#8220;I will be fine. I often go to Gede. Do not worry about me. I will bring you Edelwies. I promise.&#8221; I persuaded.</p>
<p>I always bring Edelwies everytime I returned from climbing the mountain. Shinta liked it very much. She expected our love never die as Edelwies.</p>
<p>When I was at home, I opened the cupboard up. The jacket, sleeping bag and glove, I prepared all of I would need there. When I looked for flashlight in my bed, there was a photograph, a photograph which accompanied me last night. I remembered my memories four years ago.</p>
<p>Formerly, both of us were on the top of  Gunung Gede. We looked for a place where was far from crowd, in order that we could make conversation freely. The sunrise went out from east. The sun shone exactly. Blue sky and white clouds as if they became witnesses our conversation.</p>
<p>&#8220;I think we must conclude all.&#8221; I spoke slowly.</p>
<p>&#8220;Are you afraid, Dimas? Are you afraid we will be insulted if we consist in together? Dimas, I think our love is very strong to deal with the problem.&#8221; The voice said angrily.</p>
<p>&#8220;Yes, you are right. I am afraid. I am afraid to defend this love. I am not ready if one day I will be insulted by people because of the forbidden love.&#8221; My eyes glistened with tears.</p>
<p>&#8220;Dimas, the love needs sacrifices. The love should be struggled. Please do not leave me!&#8221;</p>
<p>&#8220;I am sorry, but if one day we meet again here, it means that you are my soulmate, but it will be better we separate right now.&#8221; I said.</p>
<p>There were tears on our faces. We said nothing at the moment and I was leaved alone.</p>
<p>The hurt that I felt four years ago was very difficult to forget  and someone whom I loved very much, but life must go on. I realized very quickly that I would get married with shinta. On my left had a sparkling engagement ring. Then I put the photograph down.</p>
<p>In early morning, surya, both of his friends and I went to Gunung Gede.</p>
<p>&#8220;we should pass Cibodas line. The route is easier although it is more far.&#8221; I said to Surya.</p>
<p>&#8220;Up to you. You are the guide.&#8221; He answered. Then we arrived in the registration post on 9.00 AM. After reporting to the official, we immediately began climbing. The climbing run smoothly. Six hours later, we arrived in the camping ground. There were several tents which were stood there. When I sat a tent up, suddenly a woman greeted me.</p>
<p>&#8220;Dimas, are you Dimas whose house in Bekasi?&#8221; asked the woman.</p>
<p>I looked at her.</p>
<p>&#8220;Yes, I am. You are Tania, are not you? Where have you been?&#8221; I said nervously.</p>
<p>I was unexpected to meet her again here.</p>
<p>&#8220;Fortunately we meet again here. Let me introduce my friend. He is Indra.&#8221; She said and we shook hands.</p>
<p>&#8220;This is your tent, is not it? My tent is there. I want to take a pail of water.&#8221; He said. I just shook my head.</p>
<p>They went on but my surprise was still felt. Oh my God, why you confronted me with someone who had ever been in my heart four years ago. Was it is your predestined? No, it was just a chance. I said in my mind.</p>
<p>The wide camping ground became crowded. There were many climber stayed here. We prepared our supper. After supper, we went into the tent. Then we planed to go to the top of Gunung Gede at 11 PM, in order that we could see sunrise.</p>
<p>The noise from out of tent woke me up. I looked at surya and both of his friends who still slept in the sleeping bag. Now was 10.30 PM. I immediately got out from the sleeping bag and woke Surya up. We still had 30 minutes to prepare. I looked at Tania&#8217;s tent. It was very quiet. Maybe they went first.</p>
<p>We started going to the top of Gunung Gede. The mountainside that was about 6 meters height and the slope was about 90 degree made climbers to be careful. We could see wonderful views. Gunung Pangrango that is a twin of Gunung Gede was looked so near.</p>
<p>After walking during 30 minutes, we arrived on the top of Gunung Gede. Surya and friends enjoyed taking photograph. It was very crowded there. I walked to look for a quiet place. From the place where I stood, I could see sunrise which arose from behind clouds.</p>
<p>&#8220;The sunrise is still beautiful, is not it?&#8221; someone realized me. Someone whom I loved four years ago. I just shook my head nervously.</p>
<p>&#8220;it is unexpected to see you here.&#8221;</p>
<p>I just shook my head again. I could not say anything.</p>
<p>&#8220;Do you still remember your statement four years ago? &#8216;if one day we meet again here, it means that God predestined us to live together, and now, we both are here.&#8221; The voice said to me.</p>
<p>&#8220;Dimas, are you still doubtful with our love?&#8221; the voice continued.</p>
<p>I thought the statement was true.</p>
<p>My hand was held tightly by the hand which ever caressed me. The touch warmed my heart up. Oh my God, if it was your predestined, I could refuse it.</p>
<p>&#8220;Dimas, God&#8217;s hand has guided us to be here.&#8221; The voice tried to convince me.</p>
<p>I said in my mind that maybe it was all right. Someone who would accompany me forever was you. I looked at the eyes, lips, ah, I still missed you very much. I just closed my eyes to it. I tried to look at the eyes again.</p>
<p>&#8220;Indra, now I am certain that you are my soulmate. I still love you very much.&#8221; I said to him.</p>
<p>Indra smiled and hugged me. We separated here and we gathered again here. The air was very cold but I felt warm.</p>
<p><!--Text and/or HTML code that is inserted after the exported output (e.g., copyright notice).--></p>
Posted in story Tagged: cerpen, climbing, gunung, heart, mountain, story <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=90&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/a-heart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>On Job Training</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/10/18/on-job-training/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/10/18/on-job-training/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 09:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My diary]]></category>
		<category><![CDATA[on the job training]]></category>
		<category><![CDATA[PI]]></category>
		<category><![CDATA[saran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[nda baru 4 hari PI di Voksel Electric nih. rasanya capek juga ya. tapi banyak hal baru yang nda dapet. nda udah bisa fotokopi sendiri. tapi kata pembimbing nda, nda diminta untuk belajar SPSS. hal pertama yang nda pikirkan, makanan apa tuh??? dengar namanya aja baru sekarang. soalnya kata pak sony (pembimbing nda di Voksel) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=84&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>nda baru 4 hari PI di Voksel Electric nih. rasanya capek juga ya. tapi banyak hal baru yang nda dapet. nda udah bisa fotokopi sendiri. tapi kata pembimbing nda, nda diminta untuk belajar SPSS. hal pertama yang nda pikirkan, makanan apa tuh??? dengar namanya aja baru sekarang. soalnya kata pak sony (pembimbing nda di Voksel) tugas nda merekap data karyawan dengan stream. apa lagi tuh stream&#8230; huh&#8230; banyak bangat istilah baru yang nda dapetin di voksel. nda PI disana sampai tanggal 14 Desember. lama juga ya&#8230;. tapi emang udah ketentuan dari BEC yang mengharuskan mahasiswanya PI selama 2 bulan. owh iya&#8230;. nda lupa ngasih tau kalau nda PI di bagian HRD. kata temen-temen, nda beruntung ditempatin di HRD. tapi nda ga ngerti maksud mereka. emang sih staff di HRD orang-orangnya asik-asik and care bangat sama nda. tapi ndanya masih malu-malu. apa lagi pak sony, beliau orangnya gokil bangat. sering bikin yang lain ketawa sama candaannya. pokoknya PI disitu ga ngebosenin bangat. tapi ndanya aja yang belum bisa bergaul dengan staff-staff voksel. makanya, aku mau tanya nih sama temen-temen. gimana sih biar bisa deket sama para staff? terus gimana caranya supaya ga ngerasa tengsin and mati gaya di depan staff?</p>
<p>kalau ada yang punya saran, kirim comen ya ke sini. ditunggu!!!!</p>
Posted in My diary Tagged: on the job training, PI, saran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=84&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/10/18/on-job-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sunrise</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/09/14/sunrise/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/09/14/sunrise/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 04:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My poems]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[karya cinta]]></category>
		<category><![CDATA[my dear]]></category>
		<category><![CDATA[poem]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sunrese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Sunrise
 
Cintamu bagaikan sunrise di pagi hari
Cakram cahaya raksasanya yang berwarna kuning kemerahan
Mulai menerangiku dari gelap
Awan kelabu yang dulu ada
Kini menjadi awan putih yang bercahaya
Awan yang semakin memanjang dan meluas selaras waktu yang bergulir
Seperti cinta ini yang semakin menggunung
Memoles kembali hatiku yang hancur
Karena cinta yang dulu padam
Cintamu memantulkan cahaya yang jatuh dihatiku
Menyilaukan kembali butiran permata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=70&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;">Sunrise</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Cintamu bagaikan sunrise di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Cakram cahaya raksasanya yang berwarna kuning kemerahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Mulai menerangiku dari gelap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Awan kelabu yang dulu ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Kini menjadi awan putih yang bercahaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Awan yang semakin memanjang dan meluas selaras waktu yang bergulir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Seperti cinta ini yang semakin menggunung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Memoles kembali hatiku yang hancur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Karena cinta yang dulu padam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Cintamu memantulkan cahaya yang jatuh dihatiku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Menyilaukan kembali butiran permata hatiku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Mengukirkan cintamu dalam nafasku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Dan memberikan warna dalam gelapku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Santun kata yang terucap dalam hening</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#0000ff;">“</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Sunrise itu akan tetap indah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;color:#0000ff;">Seperti cintamu yang tetap indah dihatiku</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span style="color:#0000ff;">”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="right"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;">To My Dear</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0 1.15pt .0001pt 0;" align="right"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:ItalicC;"></span></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ninda89.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ninda89.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=70&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/09/14/sunrise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UAC</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/08/06/uac/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/08/06/uac/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My diary]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[ninda]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Dari tanggal 4 agustus 2008, Bogor EduCARE mengadakan ujian akhir cawu yang diikuti oleh seluruh siswa, termasuk saya. ujian kali ini bagi saya merupakan ujian terberat, soalnya saya menyadari sekali bahwa banyak nilai-nilai saya yang turun. contohnya nilai reading saya. kemarin baru aja diumumin anak2 yang kena remedial, salah satunya itu saya. saya sih ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=59&subd=ninda89&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari tanggal 4 agustus 2008, Bogor EduCARE mengadakan ujian akhir cawu yang diikuti oleh seluruh siswa, termasuk saya. ujian kali ini bagi saya merupakan ujian terberat, soalnya saya menyadari sekali bahwa banyak nilai-nilai saya yang turun. contohnya nilai reading saya. kemarin baru aja diumumin anak2 yang kena remedial, salah satunya itu saya. saya sih ga kaget denger berita itu, soalnya saya menyadari sekali kalau nilai reading saya memang kurang. terlebih lagi pada saat ujian berlangsung, saya sering sekali mengantuk, bahkan saya sempat ketiduran dikelas. tidak hanya pada saat ujian reading saja saya merasa ngantuk, tapi pada ujian mata kuliah lain juga saya sering mengantuk, jadi pada saat mengisi soal ujian saya sering sekali kehilangan konsentrasi. mungkin ini kesalahan saya yang tidak bisa mengatur waktu, atau mungkin karena saya merasa bosan dengan rutinitas di BEC. tapi saya ga mau berhenti berjuang sampai disini. karena saya yakin bahwa kedua orang tua saya menaruh harapan mereka kepada saya. terlebih lagi  saya ini adalah anak pertama dari lima bersaudara. jadi saya ga mau mengecewakan mereka, orang yang sangat berjasa dalam hidup saya sekaligus orang yang sangat saya cintai. mereka yang membuat saya tetap bertahan di BEC.</p>
<p>perjuangan belum berakhir. masa depan masih panjang. masih banyak jalan  yang bisa diambil dalam hidup tapi ga semua jalan itu mudah. butuh perjuangan untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. dan setiap perjuangan butuh pengorbanan.</p>
<p>intinya&#8230;.</p>
<p>tetap semangat menjalani hidup!!!</p>
<p>SEMANGAT!!!!</p>
<div id="attachment_61" class="wp-caption aligncenter" style="width: 220px"><a href="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/08/one-piece-0004.jpg"><img class="size-medium wp-image-61" style="border:1px solid black;margin-top:2px;margin-bottom:2px;" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/08/one-piece-0004.jpg?w=210&#038;h=158" alt="SEMANGAT!!!" width="210" height="158" /></a><p class="wp-caption-text">SEMANGAT!!!</p></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ninda89.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ninda89.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&blog=4129631&post=59&subd=ninda89&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/08/06/uac/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/08/one-piece-0004.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SEMANGAT!!!</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>