<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ninda89's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ninda89.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ninda89.wordpress.com</link>
	<description>"save the world in your hands, don't save in your heart"</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 May 2011 00:04:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ninda89.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ninda89's Weblog</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ninda89.wordpress.com/osd.xml" title="Ninda89&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ninda89.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2010/09/24/190/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2010/09/24/190/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 03:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=190&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br />Filed under: <a href='http://ninda89.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=190&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2010/09/24/190/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghitung Mundur Waktu Kita</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/10/menghitung-mundur-waktu-kita/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/10/menghitung-mundur-waktu-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 04:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Siksa]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya. Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=187&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira<br />
di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.</p>
<p>Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan<br />
kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya<br />
untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk<br />
celana ayahnya.<br />
<span id="more-187"></span><br />
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar<br />
sejenak ke kanan &amp; kemudian duduk Di atas seonggok nisan &#8220;Hj Rajawali<br />
binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965&#8243;</p>
<p>&#8220;Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo&#8217;a untuk nenekmu&#8221; Yani melihat<br />
wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan<br />
ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo&#8217;a<br />
untuk Neneknya&#8230;</p>
<p>&#8220;Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.&#8221; Ayahnya mengangguk<br />
sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.</p>
<p>&#8220;Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah&#8230;&#8221; Kata Yani<br />
berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. &#8220;Ya, nenekmu<br />
sudah di dalam kubur 42 tahun &#8230; &#8220;</p>
<p>Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana.<br />
Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut &#8220;Muhammad Zaini:<br />
19-02-1882 : 30-01-1910&#8243;</p>
<p>&#8220;Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah&#8221;,<br />
jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya<br />
mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.<br />
&#8220;Memangnya kenapa ndhuk ?&#8221; kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.<br />
&#8220;Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur<br />
dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka&#8221; kata Yani sambil<br />
meminta persetujuan ayahnya. &#8220;Iya kan yah?&#8221;</p>
<p>Ayahnya tersenyum, &#8220;Lalu?&#8221;<br />
&#8220;Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42<br />
tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah<br />
42 tahun nenek senang dikubur &#8230;. Ya nggak yah?&#8221; mata Yani berbinar<br />
karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.</p>
<p>Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya<br />
cemas . &#8220;Iya nak, kamu pintar,&#8221; kata ayahnya pendek.</p>
<p>Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya,<br />
memikirkan apa yang dikatakan anaknya&#8230; 42 tahun hingga sekarang&#8230;<br />
kalau kiamat datang 100 tahun lagi&#8230;142 tahun disiksa .. atau bahagia<br />
dikubur &#8230;. Lalu Ia menunduk &#8230; Meneteskan air mata&#8230;</p>
<p>Kalau aku meninggal .. Lalu aku belum sempat bertaubat atas dosa-dosaku &#8230;lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti aku akan disiksa 1000 tahun?<br />
Innalillaahi wa inna ilaihi rooji&#8217;un &#8230;. Air matanya semakin banyak<br />
menetes, sanggupkah aku selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun<br />
ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu aku<br />
akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah<br />
lagi?<br />
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi<br />
kemarin aku sudah tak tahan?</p>
<p>Ya Allah&#8230;..betapa aku belum sanggup untuk Kau panggil karena beban dosa yang semakin hari semakin menggunung ( Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya<br />
naik turun tak teratur&#8230;.dadanya gemuruh, air matanya semakin membanjiri jenggotnya)</p>
<p>Allahumma as aluka husnul khootimah….( ya Allah aku mohon kebaikan di akhir hayatku ) berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak &#8230; Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.</p>
<p>Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya<br />
selimutnya. Yani terus tertidur&#8230;. tanpa tahu, betapa sang Ayah<br />
sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah<br />
kehidupan&#8230; Dan apa yang akan datang di depannya&#8230;</p>
<p>&#8220;Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku&#8230;&#8221;</p>
<p>Habis Sholat Isya , Gadis kecil itu mendatangi kepada ayahnya yang belum selesai sholat sunnah.Setelah mengucapkan salam, Sang ayah menatap anaknya.<br />
&#8221; ada Apa Nak ? &#8220;<br />
“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.</p>
<p>Ayahnya memandang kepada yani kecil itu dan berkata,<br />
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon ampun kepada Alloh setiap hari”.</p>
<p>Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,<br />
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”</p>
<p>Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.</p>
<p>“Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup<br />
tanpa melakukan kesalahan?”</p>
<p>Ayahnya tertawa, “Itu sangat sulit, nak”.</p>
<p>“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa<br />
hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.</p>
<p>Ayahnya berfikir sebentar.kemudian Ia mengangguk,<br />
&#8220;Jika dia berusaha dan Alloh memberikan Hidayah. kemungkinan besar bisa&#8221;.</p>
<p>Anak ini tersenyum lega.<br />
&#8220;Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, ayah.<br />
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya<br />
dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar&#8230;. &#8220;</p>
<p>Sang Ayah berkaca-kaca menatap Putrinya:<br />
&#8221; Apa yang kau katakan penuh dengan Hikmah, semoga Alloh selalu memberimu petunjuk..&#8221;</p>
<p>Suatu hari Rosulullah bertanya kepada seorang Sahabatnya :<br />
&#8220;Bagaimana kondisimu hari ini, wahai Hudzaifah?&#8221; tanya Rosulullah.</p>
<p>Dengan percaya diri ia menjawab,&#8221;Alhamdulillah, ya Rosulullah, saat ini aku menjadi seorang mukmin yang kuat iman.&#8221; Rosulullah bertanya kembali, &#8220;Hai Hudzaifah, sungguh segala sesuatu itu ada buktinya, maka apa bukti dari pernyataanmu itu?&#8221;</p>
<p>Jawab hudzaifah r.a. &#8220;Ya Rosulullah, tidak ada suatu pagi pun yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk sampai pada sore hari, dan tiada sore pun yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk sampai pagi hari, melainkan aku melihat dengan jelas didepan mataku syurga yang penduduknya bercanda ria menikmati keindahannya dan aku melihat neraka dengan penghuninya yang berteriak menjerit histeris merasakan dahsyatnya sikasa.&#8221;</p>
<p>Rosulullah Saw mengatakan, &#8221; Arofta falzam, kamu sudah tahu maka komitmenlah dengan apa yang kamu tahu.&#8221;</p>
<br />Filed under: <a href='http://ninda89.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/pelajaran/'>Pelajaran</a>, <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/siksa/'>Siksa</a>, <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/waktu/'>Waktu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=187&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/10/menghitung-mundur-waktu-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teguran Kecil Untuk Saya</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/08/teguran-kecil-untuk-saya/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/08/teguran-kecil-untuk-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 06:41:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Teguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Ketika merindukan seseorang, siapapun seolah menjadi sosoknya, suara apapun seolah suaranya, bayangan apapun seperti bayanganya. Terkadang orang jatuh cinta menjadi terbodoh dari yang paling bodoh dan menjadi terpintar diantara yang paling pintar. “Kadangkala, bertemu dengan seseorang yang kita kagumi menarik kita ke dunianya yang tak pernah kita sentuh sebelumnya. Kadang, kita menjadi sepertinya dan menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=184&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika merindukan seseorang, siapapun seolah menjadi sosoknya, suara apapun seolah suaranya, bayangan apapun seperti bayanganya. Terkadang orang jatuh cinta menjadi terbodoh dari yang paling bodoh dan menjadi terpintar diantara yang paling pintar.<br />
“Kadangkala, bertemu dengan seseorang yang kita kagumi menarik kita ke dunianya yang tak pernah kita sentuh sebelumnya. Kadang, kita menjadi sepertinya dan menjadi apa yang ia ingin, agar membuat ia merasa senang. Padahal ‘mungkin’ jauh dalam jiwanya ia ingin sesuatu yang berbeda dari dirinya untuk memperkaya bathin hidupnya dan rasa jiwanya”<br />
&#8220;Keterpesonaanku yang menggebu tak serta merta membuat mata bathinku menjadi buta. Karena pikiran jiwa bisa menjadi logis pada waktunya, akibat tempaan cobaan dan sandungan problema, ia bisa menjadi dewasa. Meski mata fisik menjadi butapun, ku yakin mata bathin dapat melihat kebenaran meski diselimuti awan kebingungan sekalipun&#8221;<span id="more-184"></span><br />
“Sekian lama aku mengeja rasa ini. Saat itu aku tak bisa membacanya. Hingga sampai hari ini bukan aku lagi yang mengejanya, tapi ia yang membacakannya untukku. Ternyata ini adalah rasa akan harapan kosong yang telah nyata di hadapanku. Kini, aku mengerti bahwa tidak perlu mengeja rasa, jika akhirnya tersakiti. Harusnya kusimpan saja rasa ini rapat-rapat tanpa seorangpun tau, kecuali DIA”<br />
Saya terkejut, tenggorokan terasa tercekat. Sesaat tubuh gemetar, tanpa sebab. Tulisan ini milik siapa? tertuju untuk siapa, ukhti? Siapa yang sedang dan dalam perasaan seperti terlukiskan dalam catatan itu?<br />
Saya berusaha mengumpul kata sebaik-baiknya, agar ia tak merasa di introgasi. Mencoba meredam emosi sesaat untuk tidak menanyakan langsung padanya. Sebuah kepayahan saat diri yang mengaku sebagai Da&#8217;i berkomat-kamit meluruskan hal seperti ini mengenai rasa, cinta, dan&#8230;&#8230;! Tapi orang terdekat pun tak mampu terjaga dari &#8220;mengeja rasa&#8221;.<br />
Ada perubahan yang tidak Saya tahu pada dirimu, ukhti. Sungguh! Kau adalah bagian dari cerita yang terlukis indah dalam perjalanan persaudaraan ini. Kehadiranmu menjadi pelengkap potongan puzzle saat Saya baru mengenal Indahnya Islam. Tapi kini&#8230;&#8230;.? Entahlah! Semoga Allah tetap menjagamu.<br />
Cinta? Sungguh bahasan yang tiada pernah akan habis topiknya. Apapun, bagaimanapun, dalam keadaan apapun. Orang yang Allah tumbuhi rasa cinta seperti rasa yang dipenuhi dengan bunga.<br />
Ada masa dimana seseorang membutuhkan oranglain saat melangkah, memerlukan kawan meniti jalan keridho&#8217;an Illahi. Saya paham, saya sadari itu. Sebuah penantian panjang, untukmu, untuk Saya juga saudara/i yang belum menggenapkan Dien. Benarkah harus cinta seperti ini yang kita rasa?<br />
Detik panjang merupakan saat melelahkan sekaligus menegangkan, untukmu, untuk Saya juga saudara/i yang belum menggenapkan Dien.<br />
Riak-Riak rasa yang &#8220;membelenggu hatimu&#8221; pun akan mekar menjadi bunga. Bunga rindu yang berpadu dengan cinta, kian hari-kian menggebu. Begitulah kau mengungkapkannya.<br />
Saya merasa sangat malu. Malu kepada Allah, karena tanpa sadar tanpa izin telah membaca &#8220;ungkapan hati&#8221; yang kau torehkan untuknya. Saya malu. Malu sekali. Malu kepada Allah dan Rosul-Nya. Malu atas segala kelonggaran menjaga kesucian diri dan agama.<br />
&#8220;Bunga tepelihara harusnya terjaga di tempat yang terpelihara, untuk yang terpelihara. Bilakah harus bermekaran bunga itu cukuplah Allah yang menjaganya, rahasia rasa yang selalu dan akan selalu tersembunyi dalam diri tanpa perlu kau mengungkapkannya.&#8221;<br />
Cinta adalah kekuatan ruhiyah yang terbangun, tercipta dengan kokoh, tumbuh untuk terus membangkitkan semangat yang menggelorakan jihad. Cinta adalah menumbuhkan jiwa-jiwa pemberani, mencairkan hati-hati yang beku dan mengungkapkan rasa malas. Diri ini tergantung ke mana cinta itu disandarkan. Apakah pada nafsu? ataukah pada Yang Memiliki Cinta, Allah SWT.<br />
Bilakah harus jatuh cinta, semoga cinta tak akan jadi bencana.<br />
Wallahu a&#8217;lam Bish Shawab.<br />
La Illaha illa Anta, subhanakan inni kuntu minazh-zhalimin.<br />
Rabbana zhalamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.<br />
[Teguran kecil untuk Saya, juga saudara/i saya semoga Allah tetap menjaga cinta agar kembali pada fitrah dan kesuciannya]</p>
<br />Filed under: <a href='http://ninda89.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/teguran/'>Teguran</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=184&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/08/teguran-kecil-untuk-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permohonan Doa</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/08/permohonan-doa/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/08/permohonan-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 06:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My poems]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[permohonan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah, Amalku merusakku, nafsuku menghancurkanku, syahwatku menghalangiku.Karena itu aku mohon kepada-Mu seperti permohonan orang yang jiwanya berpaling karena ditarik oleh harapan-harapannya, tubuhnya lupa karena urat nadinya tidak bergolak. Hatinya diuji dengan banyak nikmat, jarang se&#8230;kali hatinya merenungkan tempat kembalinya (akhirat). Orang yang mngingkari kekuasaan-Mu tidak bisa lari dari-Mu, orang yang mengabdi pada selain-Mu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=182&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah, Amalku<br />
merusakku, nafsuku menghancurkanku, syahwatku menghalangiku.Karena itu<br />
aku mohon kepada-Mu seperti permohonan orang yang jiwanya berpaling<br />
karena ditarik oleh harapan-harapannya, tubuhnya lupa karena urat<br />
nadinya tidak bergolak. Hatinya diuji dengan banyak nikmat, jarang<br />
se&#8230;kali hatinya merenungkan tempat kembalinya (akhirat).<br />
<span id="more-182"></span><br />
Orang<br />
yang mngingkari kekuasaan-Mu tidak bisa lari dari-Mu, orang yang<br />
mengabdi pada selain-Mu tidak dapat menghindari-Mu, dan orang yang<br />
benci bertemu dengan-Mu tidak akan kekal di dunia ini.</p>
<p>Ya Illahi, kami meminta kepada-Mu&#8230;</p>
<p>Permintaan<br />
orang yang diiming-imingi oleh angan-angan, difitnah oleh nafsunya,<br />
dikuasai oleh kehidupan dunianya, dan dibayang-bayangi oleh ajalnya.</p>
<p>Permintaan orang yang dosanya menumpuk, dan mengakui kesalahan-kesalahannya&#8230;.</p>
<p>Permintaan<br />
orang yang tidak memiliki tuhan kecuali Engkau, tidak ada kekasih<br />
selain-Mu, tidak ada yang menyelamatkannya kecuali Engkau, tidak ada<br />
sandaran baginya dari-Mu kecuali kepada-Mu.</p>
<p>Ya Illahi, aku<br />
memohon kepada-Mu dengan haq-Mu yang wajib atas semua makhluk-Mu,<br />
dengan asma-Mu yang agung yang Engkau perintahkan kepada Rasul-Mu tuk<br />
memuji-Mu dengannya.Dengan Agungnya wajah-Mu yang Mulia, Yang<br />
abadi dan tidak berubah, Yang tidak berganti dan tidak berkesusahan,<br />
limpahkanlah sejahtera kepada Muhammad dan keluarganya.</p>
<p>Luaskan<br />
aku dari membutuhkan segala sesuatu dengan menyembah-Mu, alihkan jiwaku<br />
dari dunia ini dengan takut kepada-Mu, kembalikan aku kepada<br />
kemurahan-Mu yang melimpah dengan rahmat-Mu.</p>
<p>Kepada-Mu aku<br />
berlari dan pada-Mu aku takut dan mengadu, kepada-Mu aku mengharap dan<br />
berdoa, kepada-Mu aku meminta swaka dan percaya, dan kepada-Mu aku<br />
meminta pertolongan.</p>
<p>Kepada-Mu aku beriman, dan bertawakal, dengan kemurahan dan kemulian-Mu aku menyandarkan diri. (thank U rahmat)</p>
<br />Filed under: <a href='http://ninda89.wordpress.com/category/my-poems/'>My poems</a> Tagged: <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/doa/'>doa</a>, <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/permohonan/'>permohonan</a>, <a href='http://ninda89.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=182&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2010/04/08/permohonan-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati bagi laki-laki yang masuk ke Toilet Wanita dalam pesawat</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/12/26/hati-hati-bagi-laki-laki-yang-masuk-ke-toilet-wanita-dalam-pesawat/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/12/26/hati-hati-bagi-laki-laki-yang-masuk-ke-toilet-wanita-dalam-pesawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 04:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[toilet humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi. Seorang pramugari melihat keadaan ini. Ia lalu menganjurkan agar pria tadi menggunakan toilet wanita dengan catatan ia tidak boleh menekan tombol-tombol yang ada di dekat toilet tersebut. Setelah pria [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=180&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi. Seorang pramugari melihat keadaan ini. Ia lalu menganjurkan agar pria tadi menggunakan toilet wanita dengan catatan ia tidak boleh menekan tombol-tombol yang ada di dekat toilet tersebut.</p>
<p>Setelah pria tadi masuk ke dalam taoilet wanita, ternyata memang ada 4 tombol di dekat tissue toilet. Pada tombol-tombol tersebut tertulis huruf “WW”, “WA”, “PP” dan “ATR”. Karena Penasaran, Pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba menekan tombol-tombol tersebut. Dengan hati-hati ia menekan tombol “WW” dan seketika air hangat menyemprot pantatnya. Dalam hati ia berkata “<em>Oh rupanya tombol ini berarti warm water (Air Hangat) untuk cebok… wah enak ya prempuan kalau ke toilet.”<span id="more-180"></span></em></p>
<p>Karena ia masih penasaran, lalu ia menekan tombol “WA” dan seketika tertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah. Ia berfikir “<em>tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama di dalam toilet dengan pelayanan seperti ini!!!”</em></p>
<p>Lalu ia menekan tombol “PP” dengan sangat berhati-hati sambil mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping dan membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus. “<em>Man…this is Great…sangat hebat pelayanan seperti ini!!!”</em> ia berkata dalam hati.</p>
<p>Kemudian ia menekan tombol “ATR”. Tiba tiba ia jatuh pinsan. Saat bangun dan tersadar, ia sudah ada di kamar sebuah rumah sakit dan di tangannya telah menempel selang infuse…. Ia sangat heran… lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas. Pria tersebut menerangkan bahwa yang ia ingat ialah ia sedang berada di dalam toilet wanita di dalam pesawat. Perawat tersebut menerangkan “<em>Ya …Anda pasti sedang menikmati pelayanan toilet wanita di dalam pesawat…sampai ketika anda menekan tombol “ATR” yang artinya Automatic Tampon Removal (Pelepas Pembalut Otomatis) dan “Punya” anda tertarik oleh alat itu!!!!”</em></p>
<br />Posted in Humor Tagged: toilet humor <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=180&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/12/26/hati-hati-bagi-laki-laki-yang-masuk-ke-toilet-wanita-dalam-pesawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impian menjadi seorang prajurit</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/17/impian-menjadi-seorang-prajurit/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/17/impian-menjadi-seorang-prajurit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[doktor]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[prajurit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jendral Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih dari cukup untuk dapat membwanya kemanapun ia mau. Untukitu ia bersyukur kepada Allah SWT dank arena ia adalah seorang anak yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar suatu hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=177&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jendral Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih dari cukup untuk dapat membwanya kemanapun ia mau. Untukitu ia bersyukur kepada Allah SWT dank arena ia adalah seorang anak yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.</p>
<p>Sayang sekali…. Ketika saat itu tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat.Dia ditolak karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Allah yang tidak menjawab doanya.<span id="more-177"></span></p>
<p>Ia merasa seperti seorang diri. Dengan perasaan yang kalah dan rasa amarah yang belum pernah rasakan sebelumnya. Amarah yang ditunjukannya terhadap Allah. Ia tahu bahwa Tuhan itu ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai tiran (Penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa dan melangkahkan kakinya ke dalam masjid. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.</p>
<p>Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Beberapa tahun kemudian ia menjadi seorang dokter ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor dalam pembedahan yang beresiko tinggi, dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh dokter ahli bedah muda ini. Sekarang semua pasiennya memiliki kesempatan hidup baru. Selama bertahun-tahun ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun dewasa.</p>
<p>Setelah usianya bertambah tua, ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatka.</p>
<p>Hingga saat itu tiba, saat dimana ia menutup matanya dan menjumpai Allah SWT. Ia masih penuh dengan kebencian. Lalu ia bertanya kepada Allah SWT, mengapa doa-doanya tidak dijawab. Allah Berkata “Pandanglah ke langit anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.”</p>
<p>Disana ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Disana ia sombong dan ambisius. Dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin resime. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangan yang pertamanya. Akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirim kembali ke keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping. Saat orang tuanya menangis dan terus menangis. Lalu Allah Berkata “Sekarang lihatlah bagaimana kini rencana-Ku telah terpenuhi, sekalipun engkau tidak setuju.” Sekali lagi ia memandang ke langit. Disana ia memperhatikan kehidupannya dan bebarapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya.</p>
<p>Kemudian diantara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian menjadi prajurit kelak. Namun sayangnya anak tersebut terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia menyelamatkan nyawa anak laki-laki tersebut melalui pembedahan yang ia lakukan. Kini anak laki-laki tersebut telah dewasa dan menjadi seorang jendral.</p>
<p>Sampai disitu ia tahu bahwa Allah ternyata selalu berada bersamanya. Ia mengerti bagaimana Allah telah memakainya sebagai Alat-Nya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.</p>
<br />Posted in story Tagged: doktor, jenderal, prajurit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=177&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/17/impian-menjadi-seorang-prajurit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menemukan Kedamaian Islam Dibalik Jilbab</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/menemukan-kedamaian-islam-dibalik-jilbab/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/menemukan-kedamaian-islam-dibalik-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 03:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My diary]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Dulu… Saat Aku duduk di bangku SMA, Aku adalah seorang gadis cantik yang memakai rok pendek saat ke sekolah. Seperti umumnya gadis remaja yang lain, Aku menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Kehidupan Aku ketika itu hanya terfokus pada bagaimana menjaga penampilan Aku agar menarik di mata orang banyak. Setelah Beberapa tahun, Aku mulai merasakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=171&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-172 alignleft" title="jilbab_4" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/jilbab_4.jpg?w=187&#038;h=150" alt="jilbab_4" width="187" height="150" /><span style="color:#0000ff;">Dulu… Saat Aku duduk di bangku SMA, Aku adalah seorang gadis cantik yang memakai rok pendek saat ke sekolah. Seperti umumnya gadis remaja yang lain, Aku menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Kehidupan Aku ketika itu hanya terfokus pada bagaimana menjaga penampilan Aku agar menarik di mata orang banyak.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Setelah Beberapa tahun, Aku mulai merasakan bahwa Aku selama ini sudah menjadi budak mode. Aku menjadi &#8220;tawanan&#8221; penampilan Aku sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengurungku dalam kehidupan yang serba glamour. Aku pun mulai mengalihkan kegiatanku untuk mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari Agama Islam.<span id="more-171"></span></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sampai saat awal Aku masuk Kuliah Di Bogor EduCARE (BEC), dimana para mahasiswa dan mahasiswi-nya Ta’at beribadah dan berpegang teguh pada tali ajaran Agama Islam. Nilai-nilai Islam dan budaya Islam yang sangat kuat di BEC membuatku ingin lebih dalam lagi mempelajari Agama Islam.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Suatu hari, Aku mendengarkan teman kontrakanku membaca kitab suci Al-Quran, kitab suci yang selama ini jarang sekali ku baca. &#8220;Awalnya, Aku hanya mendengarkan temanku melantunkan alunan Ayat suci Al-Quran dan Aku mulai tertarik membacanya kembali dan mentadabur Al-Quran untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Akhirnya, Aku benar-benar menemukan sebuah kebenaran, Aku mempelajari Agama Islam dimana Aku merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Beberapa bulan kemudian, Aku mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Aku membeli pakaian panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan Aku berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa bulan sebelumnya Aku berjalan hanya dengan celana pendek, rok mini atau pakaian lain yang &#8216;elegan&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> Orang-orang yang Aku jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, Aku benar-benar menjadi seorang perempuan. Aku merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Setelah mengenakan jilbab, Aku mulai ingin tahu tentang Niqab. Aku pun bertanya pada Murobbiku. apakah Aku juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Murobbiku menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai &#8220;pertanda keterbelakangan&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Aku melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para &#8216;pejuang kebebasan&#8217; itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sampai hari ini, Aku tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada saudara mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab serta berbagi pengalaman tentang jilbab bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Tapi mengenakan jilbab adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri.</span></p>
<br />Posted in My diary Tagged: damai, islam, jilbab <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=171&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/menemukan-kedamaian-islam-dibalik-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/jilbab_4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jilbab_4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Persegi</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/sebuah-persegi/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/sebuah-persegi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kakek]]></category>
		<category><![CDATA[persegi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain. Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk ayah suaminya (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=169&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain.</p>
<p>Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk ayah suaminya (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan hidup bersama mereka di sebuah kamar di luar bangunan rumah, yaitu di pelataran rumah. Adalah sang ibu melayaninya sesuai dengan kemampuannya, dan sang suami ridha dengan pelayanan terhadap ayahnya yang tidak meninggalkan kamarnya karena kesehatannya yang lemah.</p>
<p align="justify">
Sang ibupun cepat-cepat memberi sang mertua makanan. Dan bertanya kepadanya, apakah sang ayah membutuhkan pelayanan lain, lalu dia pergi meninggalkannya.</p>
<p>Saat dia kembali ke tempatnya bersama dengan putra-putranya, dia memperhatikan bahwa anak bungsunya tengah menggambar lingkaran dan persegi. Dan meletakkan di dalam lingkaran dan persegi tersebut simbol-simbol. Maka sang ibupun bertanya: Apa yang kamu gambar?</p>
<p>Dia menjawab dengan penuh kecerdasan: &#8220;Sesungguhnya aku tengah menggambar rumahku yang nanti aku akan tinggal di dalamnya saat aku dewasa dan menikah.&#8221;</p>
<p>Jawaban si anak menggembirakan sang ibu. Lalu sang ibu bertanya: Di mana engkau akan tidur?&#8221; Si anakpun memperlihatkan kepada sang ibu setiap persegi dan berkata: &#8220;ini adalah kamar tidur&#8230;.ini dapur &#8230; ini ruang tamu..&#8221; Dia menghitung-hitung apa saja yang dia ketahui dari ruang ruang di rumah.</p>
<p>Lantas dia meninggalkan satu kotak persegi yang sendirian di luar daerah yang telah dia gambar yang mencakup keseluruhan kamar.</p>
<p>Sang ibu pun terheran, dan berkata: &#8220;Lalu mengapa kamar ini ada di luar rumah? Terpisah dari kamar kamar yang lain?</p>
<p>Si anak menjawab: &#8220;Kamar tersebut untuk ibu, aku akan meletakkan ibu di sana, ibu akan hidup di sana sendirian sebagaimana kakekku yang sudah tua.&#8221;</p>
<p align="justify">Sang ibupun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putranya!!!</p>
<p>&#8220;Apakah aku akan sendirian di luar rumah di pelataran rumah tanpa bisa bersenang-senang dengan berbicara bersama anak-anakku? Aku tidak bisa berbahagia dengan ucapan ucapan mereka, kebahagiaan mereka,dan permainan mereka saat aku lemah, tidak mampu menggerakkan tubuh? Siapa yang aku ajak bicara saat itu? Apakah aku akan menghabiskan sisa umurku sendirian di antara empat dinding tanpa bisa mendengar suara anggota keluargaku??</p>
<p>Maka sang ibu cepat-cepat memanggil pembantu, kemudian dengan cepat memindah perabotan ruang tamu yang biasanya merupakan ruang yang paling baik, kemudian menghadirkan ranjang ayah suaminya, lalu memindah perabotan ruang tamu ke dalam kamar sang kakek di pelataran rumah.</p>
<p>Di saat sang suami pulang, dia terperanjat dengan apa yang dia lihat, dan takjub, lalu bertanya apa penyebab perubahan ini?</p>
<p>Sang istri menjawab dengan air mata yang berlinangan di kedua matanya: &#8220;Sesungguhnya aku memilih ruang yang paling indah untuk kita hidup didalamnya jika Allah memberikan kepada kita umur sampai usia lanjut yang lemah untuk bergerak. Dan biarlah tamu berada di ruang luar di pelataran rumah.&#8221;</p>
<p>Sang suamipun faham apa yang dimaksud oleh sang istri, lalu memuji perbuatannya terhadap ayahnya yang tengah melihat kepada mereka dengan senyuman dan pandangan mata keridhaan. Sementara sang anak&#8230; dia menghapus gambarnya&#8230; dan tersenyum.</p>
<br />Posted in story Tagged: anak, kakek, persegi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=169&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/sebuah-persegi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harumnya Makam Masyithah</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/harumnya-makam-masyithah/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/harumnya-makam-masyithah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[harum]]></category>
		<category><![CDATA[masyithah]]></category>
		<category><![CDATA[wangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[D iriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pada saat malam terjadinya Isra’ saya mencium bau harum, sayapun bertanya, “Ya Jibril, bau harum apakah ini?” Jibril menjawab, “Ini adalah bau wangi wanita penyisir rambut putri Fir’aun (Masyithah) dan anak-anaknya.” Saya bertanya, ”Bagaimana bisa demikian?” Jibril bercerita, “Ketika dia menyisir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=165&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float:left;text-transform:uppercase;line-height:80%;display:block;color:#333333;font-size:70px;font-family:Georgia,Times New Roman,Trebuchet MS;padding:0 8px 4px 0;"><img class="alignnone size-full wp-image-164" title="images" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg?w=137&#038;h=103" alt="images" width="137" height="103" />D</div>
<p>iriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>Radhiallahu ‘anhu</em> dia berkata, Rasulullah <em>Shalallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, “Pada saat malam terjadinya Isra’ saya mencium bau harum, sayapun bertanya, “Ya Jibril, bau harum apakah ini?”</p>
<p align="justify">Jibril menjawab, “Ini adalah bau wangi wanita penyisir rambut putri Fir’aun (Masyithah) dan anak-anaknya.”</p>
<div>Saya bertanya, ”Bagaimana bisa demikian?”</div>
<div>Jibril bercerita, “Ketika dia menyisir rambut putri Fir’aun suatu hari, tiba-tiba sisirnya terjatuh. Dia mengambilnya dengan membaca ”Bismillah (dengan nama Allah).”<br />
Putri Fir’aun berkata, “Hai, dengan nama bapakku?”<br />
Masyithah berkata, “Bukan, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu begitu juga Tuhan bapakmu.”</div>
<p align="justify">Putri Fir’aun bertanya, “Kalau begitu, kamu punya Tuhan selain ayahku?<br />
Wanita tukang sisir itu menjawab, “Ya.”<br />
Anak putri Fir&#8217;aun berkata, &#8216;Akan aku laporkan pada ayahku.&#8217;<br />
Wanita tukang sisir menjawab, &#8216;Silahkan!&#8217;</p>
<p>Putri Fir’aun kemudian melaporkan kepada bapaknya, dan Fir’aunpun kemudian memanggil Masyithah.<br />
Fir’aun bertanya, “Ya Masyithah, apakah kamu mempunyai tuhan selain aku?”<br />
Masyithah menjawab, “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”</p>
<p>Kemudian Fir&#8217;aun memerintahkan untuk mempersiapkan periuk besar dari tembaga untuk dipanaskan. Satu persatu anak wanita tukang sisir itu kemudian dilemparkan ke dalam periuk yang mendidih.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, Masyithah berkata kepada Fir’aun, “Saya mempunyai satu permohonan.”<br />
Fir’aun menjawab, “Katakanlah.”<br />
Masyithah berkata, “Saya ingin engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang-tulang anakku dalam satu kain/kantong untuk kemudian dikuburkan.”<br />
Fir’aun menjawab, “Akan aku penuhi permintaanmu.”</p>
<p>Lalu satu demi satu anaknya dilemparkan ke dalam periuk mendidih itu di depan matanya, sampai akhirnya tinggal seorang bayi yang masih menyusu. Pada saat itu wanita tukang sisir nampak ragu-ragu.</p>
<p>Si bayi diatas gendongan Masyithah, atas izin Allah tiba-tiba berbicara, “Terjunlah Ibu! Ayo terjunlah, adzab dunia lebih ringan daripada adzab Akhirat.” Mendengar anaknya berbicara si ibupun langsung terjun bersama bayinya.</p>
<p>Demikianlah sebuah kisah yang tercantum dalam Musnad Imam Ahmad, 4/291-295 dan juga tercantum dalam Majma’uz Zawa’id, 1/65. Anisul Jalabi II, Ali Al-Hazza’. Kisah dari seorang wanita bernama Mashithah yang menjadi penerang kegelapan istana Fir’aun. Dia mempertahankan kebenaran, meskipun berat dan pahit terasa. Lalu siapakah pembawa obor bagi kita di kegelapan abad dua puluh satu ini?</p>
<br />Posted in story Tagged: harum, masyithah, wangi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=165&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/10/harumnya-makam-masyithah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resign</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/resign/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/resign/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 13:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[resign]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Temen-temen&#8230;.. Kayaknya nda mau resign aja deh dari kerjaan nda yang sekarang. Maafin nda ya temen-teman&#8230;. Alasan nda resign&#8230;. sebenarnya karena ada yang nda temuin di garasi rumah nda. dan itu membuat nda ingin segera resign dari perkerjaan nda. sebenarnya&#8230;. yang nda temuin itu&#8230;&#8230; temen-temen bisa liat sendiri qo&#8230;. Posted in Humor Tagged: penemuan, resign<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=160&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Temen-temen&#8230;..</p>
<p>Kayaknya nda mau resign aja deh dari kerjaan nda yang sekarang. Maafin nda ya temen-teman&#8230;.</p>
<p>Alasan nda resign&#8230;. sebenarnya karena ada yang nda temuin di garasi rumah nda. dan itu membuat nda ingin segera resign dari perkerjaan nda.</p>
<p>sebenarnya&#8230;. yang nda temuin itu&#8230;&#8230;<span id="more-160"></span></p>
<p><img title="Selebihnya..." src="http://ninda89.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>temen-temen bisa liat sendiri qo&#8230;.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-161" title="uang" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/uang1.jpg?w=374&#038;h=280" alt="uang" width="374" height="280" /></p>
<br />Posted in Humor Tagged: penemuan, resign <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=160&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/resign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/uang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Help me please</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/help-me-please/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/help-me-please/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 13:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[help]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saya sebenarnya malu dan ga enak hati, tapi bulan ini kondisi keuangan saya bener2 lagi dalam kondisi memprihatinkan, karena harus bayar banyak banget tagihan dan keperluan lainnya. Saking saya merasa dah deket aja ama temen2 semua…. makanya saya berani ini….. dan tebel muka…… Untuk itu saya berniat menjual beberapa barang berharga saya  yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=156&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang saya sebenarnya malu dan ga enak hati, tapi bulan ini<br />
kondisi keuangan saya bener2 lagi dalam kondisi memprihatinkan, karena<br />
harus bayar banyak banget tagihan dan keperluan lainnya.<br />
Saking saya merasa dah deket aja ama temen2 semua…. makanya saya berani ini…..<br />
dan tebel muka……<br />
Untuk itu saya berniat menjual beberapa barang berharga saya  yang masih tersisa,<br />
Tempatnya di halaman rumah saya …….<span id="more-156"></span></p>
<p>Kalo ada yang berminat bisa datang  besok, biar lebih gampang<br />
memilih, saya lampirkan gambar barang-barang yang bakal di SALE ……<br />
Semua dijual dengan harga temen, masih bisa ditawar kok, yang penting<br />
bisa laku……<br />
Thengkiyu….Prend…</p>
<p>Berikut adalah gambar barang-barang yang akan saya sale hari Sabtu besok…</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-155" title="mobil" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mobil.jpg?w=379&#038;h=302" alt="mobil" width="379" height="302" /></p>
<br />Posted in Humor Tagged: help, tolong <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=156&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/help-me-please/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mobil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mobil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Mata Ibu</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/satu-mata-ibu/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/satu-mata-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 12:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Aku benci dia… dia begitu memalukanku. Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku Aku begitu malu saat itu Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku didepan teman-temanku?! Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari Esok harinya, salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=151&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><img class="size-full wp-image-152 alignleft" title="mata ibu" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mata.jpg?w=121&#038;h=109" alt="mata ibu" width="121" height="109" /></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku benci dia… dia begitu memalukanku.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Dia memasak untuk murid dan guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucap salam padaku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku begitu malu saat itu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku didepan teman-temanku?!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dgn mengatakan</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Eeee, ibumu hanya punya satu mata…!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku malu sekali dan ingin mati rasanya</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupanku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku bertengkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya:</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>“Kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaan teman2ku, mengapa ibu tak mati saja!”</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><span id="more-215"> </span>Ibuku tak menjawab…!!!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku sama sekali tak mau berpikir tentang apa yang kukatakan Karena aku sangat marah padanya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku tak pedulikan apapun perasaan dia</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku ingin keluar dari rumah itu…!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jadi aku belajar dgn keras agar aku mendapat kesempatan belajar di luar negeri</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Kubeli rumah</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku punya anak dan aku hidup bahagia</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Suatu waktu ibu mengunjungiku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Dia bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu2nya</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ketika ibu berdiri di depan pintu, Anak-anakku mentertawakannya</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku berteriak padanya: Betapa beraninya kamu datang ke rumahku Dan menakut-nakuti anakku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>PERGI DARI SINI SEKARANG!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ibuku menjawab pelahan “Maaf… saya salah alamat” Dan diapun pergi</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Suatu waktu, ada undangan reuni dikirimkan ke rumahku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jadi aku berbohong pada istriku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Kukatakan bahwa aku ada tugas keluar kota</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Usai reuni, aku mampir ke kampungku untuk sekedar rasa ingin tahu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku tak terharu ataupun meneteskan air mata..!</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>“Anakku tersayang,</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku memikirkanmu setiap waktu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak2mu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku sangat gembira ketika kudengar kau akan datang ke reuni</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Maafkan aku yang membuat malu kamu saat kita masih bersama</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ketahuilah anakku…</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan 1 mata saja</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Jadi… kuberikan 1 mataku padamu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Di tempatku, dengan mata itu</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Bersama cintaku…</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Ibumu….”</strong></span></p>
<br />Posted in story Tagged: anak, ibu, mata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=151&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/satu-mata-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2009/10/mata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mata ibu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus membaca Al-Quran???</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/mengapa-harus-membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/mengapa-harus-membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 10:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[keranjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=145&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Al Qur’An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Al Qur’An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.” Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.  Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup, maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.  Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, ” Lihat Kek, percuma!” “Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.  Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.” Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. “Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”</p>
<br />Posted in story Tagged: Al-Quran, keranjang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=145&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/mengapa-harus-membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segenggam Garam dan Telaga</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/segenggam-garam-dan-telaga/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/segenggam-garam-dan-telaga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 06:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[garam]]></category>
		<category><![CDATA[telaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya kusam. Keadaan tubuhnya tak karuan. Ia seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat menyusahkan hatinya. Begitu bertemu dengan si orang tua yang bijak, ia segera menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=143&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#339966;">Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya kusam. Keadaan tubuhnya tak karuan. Ia seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat menyusahkan hatinya. Begitu bertemu dengan si orang tua yang bijak, ia segera menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi.<br />
Pak Tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Begitu tamunya selesai bertutur, ia lalu mengambil segenggam garam dan memintanya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya,” ujar Pak Tua itu.<br />
“Pahit…., pahit sekali,” jawab anak muda itu sambil meludah ke samping.<br />
Pak Tua tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan-jalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua orang itu berjalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan. Setelah melakukan perjalanan cukup lama, akhirnya mereka tiba di tepi sebuah telaga yang tenang. Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, ia mengaduk air telaga sehingga sebagian airnya terciprat membasahi wajah anak muda itu.<br />
“Sekarang, coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!” ujar Pak Tua kemudian.<br />
Anak muda itu menuruti apa yang diminta Pak Tua. Ia segera meminum beberapa teguk air telaga. Begitu tamunya selesai mereguk air, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”<br />
“Segar!” sahut anak muda itu.<br />
“Apakah engkau bisa merasakan garam di dalam air itu?” tanya Pak Tua lagi.<br />
“Tidak,” jawab si anak muda.<br />
Dengan bijak, Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.<br />
“Anak muda, dengarkanlah ucapanku. Pahitnya kehidupan yang engkau rasakan seperti segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu tergantung dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi ketika engkau merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa engkau lakukan untuk mengatasinya. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”<br />
Pak Tua itu kembali menambahkan nasihatnya, “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Qalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. “<br />
Keduanya beranjak meninggalkan tepian telaga. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya untuk meminta nasihat.</span></p>
<br />Posted in story Tagged: garam, telaga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=143&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/segenggam-garam-dan-telaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Siapakah Kamu, tetapi Apa Yang Sudah Kamu Lakukan ??</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/bukanlah-siapakah-kamu-tetapi-apa-yang-sudah-kamu-lakukan/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/bukanlah-siapakah-kamu-tetapi-apa-yang-sudah-kamu-lakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[bertani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=137&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><span style="color:#ffffff;">Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung, didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak &amp; adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang. Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “ Apakah kamu mau tahu jawabannya??????… Dengan tersenyum ibu itu menjawab, ” Ooo …tidak tidak begitu nak…. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”</span></p>
</div>
<br />Posted in story Tagged: bangga, bertani <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=137&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/bukanlah-siapakah-kamu-tetapi-apa-yang-sudah-kamu-lakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhwan Sejati</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/ikhwan-sejati/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/ikhwan-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[ikhwan, MUHAMMAD<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=135&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><span style="color:#0000ff;">Seorang remaja pria bertanya pada ibunya:  Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sang Ibu tersenyum dan menjawab…<br />
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,  tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya ….</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,   tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran… ..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah  dilihat dari kerasnya pukulan,   tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya. ..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">….setelah itu, ia kembali bertanya…<br />
” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti  itu, Ibu ?”<br />
Sang Ibupun memberikan bukunya sambil berkata….  “Pelajari tentang dia…”<br />
ia pun mengambil buku itu<br />
“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…..</span></p>
</div>
<br />Posted in story Tagged: ikhwan, Muhammad <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=135&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/10/07/ikhwan-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keep Chasing My Dreams</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2009/03/19/130/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2009/03/19/130/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 02:18:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[My diary]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Akhi/ukhtifillah&#8230; Hari Rabu tanggal 18 Maret 2009 merupakan awal dan akhir bagi nda. Saat itu nda mengakhiri suatu ikatan dengan orang yang nda sayang. Tapi saat itu juga merupakan awal bagi nda untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik. Saat itu nda emang ngerasa berat bangat untuk menjalaninya, tapi saat meninggalkan hal yang memang jelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=130&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Akhi/ukhtifillah&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">Hari Rabu tanggal 18 Maret 2009 merupakan awal dan akhir bagi nda. Saat itu nda mengakhiri suatu ikatan dengan orang yang nda sayang. Tapi saat itu juga merupakan awal bagi nda untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik. Saat itu nda emang ngerasa berat bangat untuk menjalaninya, tapi saat meninggalkan hal yang memang jelas dilarang agama, rasanya seperti bebas dari hal yang udah mengikat. Walaupun agak sedikit sakit, tapi nda percaya waktu akan menyembuhkan luka nda. Karena life must go on&#8230;. meskipun begitu, nda masih fokus dengan tujuan nda. Insya Allah dengan ridho Allah, nda akan tetap fokus dengan tujuan nda. Mau tau ga nda fokus sama apa&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Tahun 2009 ini nda harus dapat pekerjaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Tahun 2012 Berwirausaha&#8230; enaknya bikin usaha apa ya??? Usaha kontrakan dan toko kue</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Tahun 2014 tepatnya saat nda berusia 25 tahun, <span style="color:red;">Walimah.</span></p>
<p class="MsoNormal">Boleh dong nda punya cita-cita&#8230; itu sekedar cita-cita aja. Tapi yang memiliki kehendak hanya Allah SWT. Tapi nda juga akan berusaha untuk tetap fokus dan berusaha menjadi muslimah yang lebih baik dari sekarang.</p>
<p class="MsoNormal">Mohon doa dan sarannya ya&#8230; agar nda bisa tetap Istiqomah.</p>
<br />Posted in My diary Tagged: fokus, Istiqomah, muslimah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=130&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2009/03/19/130/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepribadian</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kepribadian/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 09:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[koleris]]></category>
		<category><![CDATA[melankolis]]></category>
		<category><![CDATA[plegmatis]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[sanguinis]]></category>
		<category><![CDATA[tipe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Empat Tipe Kepribadian Artikel ini berisi tentang tipe-tipe kepribadian seseorang beserta ciri-ciri dari tipe kepribadian tersebut. Mau tau tipe kepribadian apa yang paling dominan di diri kamu? baca aja deh artikel ini! Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=112&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Mengenal Empat Tipe Kepribadian</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-123" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p1.jpg?w=97&#038;h=112" alt="" width="97" height="112" /><br />
</strong></p>
<address><span style="color:#3366ff;">Artikel ini berisi tentang tipe-tipe kepribadian seseorang beserta ciri-ciri dari tipe kepribadian tersebut. Mau tau tipe kepribadian apa yang paling dominan di diri kamu? baca aja deh artikel ini!</span></address>
<address><span id="more-112"></span>Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.</address>
<p>Menurut teori ini, tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai &#8220;si tukang bicara&#8221;.<br />
Tipe kedua adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai &#8220;si pelaksana&#8221;.<br />
Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai &#8220;si perfeksionis&#8221; atau &#8220;si pemikir&#8221;.<br />
Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai &#8220;si pengamat&#8221; atau &#8220;si manis&#8221;.<br />
Kepribadian secara umum diartikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang menentukan pola perilakunya. Feist &amp; Feist (2002) dalam bukunya Theories of Personality menjelaskan bahwa secara spesifik kepribadian terdiri dari sifat-sifat atau disposisi-disposisi yang mengakibatkan perbedaan individu dalam perilaku.<br />
Sifat-sifat seseorang itu mungkin sama-sama dimiliki dalam satu kelompok (keluarga, masyarakat), tetapi polanya antara individu berbeda. Jadi, tiap-tiap orang memiliki kepribadian yang unik.<br />
Di dalam Psikologi, definisi kepribadian yang paling sering disebut adalah definisi yang dikemukakan oleh Gordon W. Allport. Psikolog yang meraih gelar doktor dari Harvard University dalam usia 24 tahun ini merangkum 49 definisi kepribadian dari berbagai sumber dan mengusulkan definisi yang cukup komprehensif.<br />
Mula-mula (tahun 1937) ia mendefinisikan kepribadian sebagai &#8220;organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungan&#8221;.<br />
Tahun 1961 ia merevisi dengan mengubah frase terakhir menjadi &#8220;yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.&#8221; Jadi, kepribadian adalah organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya. Seperti yang dikisahkan Feist &amp; Feist, Allport memilih tiap frase dalam definisinya secara hati-hati, sehingga benar-benar menyatakan apa yang ingin ia katakana.<br />
Istilah &#8220;organisasi dinamis&#8221; menunjukkan suatu integrasi atau saling keterkaitan dari berbagai aspek kepribadian. Kepribadian merupakan sesuatu yang terorganisasi dan terpola. Bagaimanapun, kepribadian bukan suatu organisasi yang statis melainkan secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.<br />
Istilah &#8220;psikofisik&#8221; menekankan pentingnya aspek psikologis dan fisik dari kepribadian. Kata &#8220;menentukan&#8221; dalam definisi kepribadian menunjukkan bahwa kepribadian &#8220;merupakan sesuatu dan melakukan sesuatu&#8221;. Kepribadian bukanlah topeng yang secara tetap dikenakan seseorang; dan juga bukan perilaku sederhana. Kepribadian menunjuk orang di balik permukaannya atau organisme di balik tindakannya.<br />
Dengan kata &#8220;karakteristik&#8221; Allport ingin menunjukkan sesuatu yang unik atau individual. Kepribadian seseorang bersifat unik, tidak dapat diduplikasi (ditiru) oleh siapa pun. Kata &#8220;perilaku dan pikiran&#8221; secara sederhana menunjuk pada sesuatu yang dilakukan oleh seseorang, baik perilaku internal (pikiran-pikiran) maupun perilaku-perilaku eksternal seperti berkata-kata atau tindakan.<br />
Berdasarkan penjelasan Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.<br />
Dalam mengenal kepribadian seseorang, kepribadian dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:<br />
1.	SANGUINIS yang pada umumnya mempunyai:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Suka bicara<br />
·	Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif<br />
Antusias dan ekspresif<br />
·	Ceria dan penuh rasa ingin tahu<br />
·	Hidup di masa sekarang<br />
·	Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)<br />
·	Berhati tulus dan kekanak-kanakan<br />
·	Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)<br />
·	Umumnya hebat di permukaan<br />
·	Mudah berteman dan menyukai orang lain<br />
·	Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian<br />
·	Menyenangkan dan dicemburui orang lain<br />
·	Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)<br />
·	Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan<br />
·	Menyukai hal-hal yang spontan<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)<br />
·	Membesar-besarkan suatu hal / kejadian<br />
·	Susah untuk diam<br />
·	Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)<br />
·	Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele<br />
·	RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)<br />
·	Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)<br />
·	Mudah berubah-ubah<br />
·	Susah datang tepat waktu jam kantor<br />
·	Prioritas kegiatan kacau<br />
·	Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas<br />
·	Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya<br />
·	Egoistis<br />
·	Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama<br />
·	Konsentrasi ke &#8220;How to spend money&#8221; daripada &#8220;How to earn/save money&#8221;.</p>
<p>2.	MELANKOLIS yg pada umumnya mempunyai:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Analitis, mendalam, dan penuh pikiran<br />
·	Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal<br />
·	Artistik, musikal dan kreatif (filsafat &amp; puitis)<br />
·	Sensitif<br />
·	Mau mengorbankan diri dan idealis<br />
·	Standar tinggi dan perfeksionis<br />
·	Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)<br />
·	Hemat<br />
·	Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)<br />
·	Kalau sudah mulai, dituntaskan.<br />
·	Berteman dengan hati-hati.<br />
·	Puas di belakang layar, menghindari perhatian.<br />
·	Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi<br />
·	Sangat memperhatikan orang lain<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)<br />
·	Mengingat yang negatif &amp; pendendam<br />
·	Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah<br />
·	Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan<br />
·	Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah<br />
·	Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)<br />
·	Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan<br />
·	Hidup berdasarkan definisi<br />
·	Sulit bersosialisasi<br />
·	Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya<br />
·	Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)<br />
·	Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)<br />
·	Memerlukan persetujuan</p>
<p>3.	KOLERIS pada umumnya mempunyai:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif<br />
·	Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan<br />
·	Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target<br />
·	Bebas dan mandiri<br />
·	Berani menghadapi tantangan dan masalah<br />
·	&#8220;Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini&#8221;.<br />
·	Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat<br />
·	Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas<br />
·	Membuat dan menentukan tujuan<br />
·	Terdorong oleh tantangan dan tantangan<br />
·	Tidak begitu perlu teman<br />
·	Mau memimpin dan mengorganisasi<br />
·	Biasanya benar dan punya visi ke depan<br />
·	Unggul dalam keadaan darurat<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)<br />
·	Senang memerintah<br />
·	Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai<br />
·	Menyukai kontroversi dan pertengkaran<br />
·	Terlalu kaku dan kuat/ keras<br />
·	Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik<br />
·	Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci<br />
·	Sering membuat keputusan tergesa-gesa<br />
·	Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain<br />
·	Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan<br />
·	Workaholics (kerja adalah &#8220;tuhan&#8221;-nya)<br />
·	Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf<br />
·	Mungkin selalu benar tetapi tidak popular</p>
<p>4.	PLEGMATIS:<br />
KEKUATAN:<br />
·	Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh<br />
·	Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik<br />
·	Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana<br />
·	Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)<br />
·	Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi<br />
·	Penengah masalah yg baik<br />
·	Cenderung berusaha menemukan cara termudah<br />
·	Baik di bawah tekanan<br />
·	Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan<br />
·	Rasa humor yg tajam<br />
·	Senang melihat dan mengawasi<br />
·	Berbelaskasihan dan peduli<br />
·	Mudah diajak rukun dan damai<br />
KELEMAHAN:<br />
·	Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru<br />
·	Takut dan khawatir<br />
·	Menghindari konflik dan tanggung jawab<br />
·	Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)<br />
·	Terlalu pemalu dan pendiam<br />
·	Humor kering dan mengejek (Sarkatis)<br />
·	Kurang berorientasi pada tujuan<br />
·	Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri<br />
·	Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat<br />
·	Tidak senang didesak-desak<br />
·	Menunda-nunda / menggantungkan masalah.<br />
Baik hati, cerewet, lemah lembut, hangat, agresif, jujur, sabar, optimis merupakan kata sifat yang sering digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang. Begitu juga konsep ekstrover/introver, emosi stabil/labil, locus of control internal/eksternal, konsep diri positif/negative, dsb.<br />
Kepribadian seseorang juga digambarkan berdasarkan profil motif (kebutuhan-kebutuhan), minat, nilai hidup, dsb. Pendek kata, banyak sekali hal yang dapat dideskripsikan untuk mewakili kepribadian seseorang.<br />
Banyak orang berpikir bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang cukup stabil, tidak berubah-ubah. Orang yang keras kepala selamanya akan keras kepala. Orang yang cerewet selamanya akan cerewet. Orang yang lemah lembut selamanya akan lemah lembut.<br />
Bila kita beberapa kali menghadapi perilaku rekan atau keluarga, kalau itu menyenangkan, kita segera menunjuk sifat baik orang itu. &#8220;Memang orangnya baik, kooperatif&#8221;; &#8220;Kamu orang yang optimistis&#8221; misalnya. Informasi mengenai perilaku yang bertentangan dengan sifat yang kita yakini, cenderung tidak kita percaya.<br />
Sebaliknya, bila kita menghadapi kesulitan dalam menanggapi perilaku orang lain, kata-kata sifat negatif sering telontar, seperti &#8220;Dasar keras kepala&#8221;, &#8220;Dasar pembohong&#8221;, misalnya. Kadang ditambah lagi dengan ungkapan: &#8220;Dasar sudah watak. Watak memang lebih sulit disembuhkan daripada watuk (batuk)&#8221;.<br />
Benarkah kepribadian merupakan sesuatu yang menetap, tidak dapat berubah? Keyakinan mengenai hal ini menentukan optimisme seseorang yang berkehendak untuk memengaruhi kepribadian orang lain.<br />
Bila kepribadian diyakini sebagai sesuatu yang stabil (tidak dapat berubah), kita menjadi pesismis untuk dapat mengembangkan kepribadian. Berharap pun mungkin kita tidak mau. Lebih buruk lagi bila kita menutup diri untuk mengalami perkembangan dan perubahan kepribadian.</p>
<br />Posted in News Tagged: kepribadian, koleris, melankolis, plegmatis, pribadi, sanguinis, tipe <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=112&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lyric</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/lyric/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/lyric/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[chris]]></category>
		<category><![CDATA[jordin]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[lirik]]></category>
		<category><![CDATA[lyric]]></category>
		<category><![CDATA[no air]]></category>
		<category><![CDATA[song]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[No Air Jordin Spark vs Crish Brown If i should die befor i wake it&#8217;s couse you took my breathe away losing you is like living in a world with no air i&#8217;m here alone didn&#8217;t wonna leave my heart wont move, it&#8217;s incomplete wish there was a way that i can make you understand [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=106&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_125" class="wp-caption aligncenter" style="width: 193px"><img class="size-full wp-image-125" title="jordin sparks" src="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p4.jpg?w=183&#038;h=138" alt="No Air" width="183" height="138" /><p class="wp-caption-text">No Air</p></div>
<p style="text-align:center;"><strong>No Air</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Jordin Spark vs Crish Brown</strong></p>
<p style="text-align:center;">If i should die befor i wake<br />
it&#8217;s couse you took my breathe away<br />
losing you is like living in a world with no air</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-106"></span>i&#8217;m here alone didn&#8217;t wonna leave<br />
my heart wont move, it&#8217;s incomplete<br />
wish there was a way that i can make you understand</p>
<p style="text-align:center;">but how&#8230;<br />
do you expact me to live alone with just me<br />
couse my world revolves around you<br />
it&#8217;s so hard for me to breathe</p>
<p style="text-align:center;">tell me how i&#8217;m supposed to breathe with no air<br />
can&#8217;t live, can&#8217;t breathe with no air<br />
there&#8217;s how i feel whenever you ain&#8217;t there<br />
there&#8217;s no air no air<br />
got me out here in the water so deep<br />
tell me how you gon&#8217; be without me<br />
if you ani&#8217;t here i just can&#8217;t breathe<br />
there&#8217;s no air no air</p>
<p style="text-align:center;">i walked, i ran, i jumped, i flew<br />
right off the ground to flow to you<br />
there&#8217;s no gravity to hold me down, for real</p>
<p style="text-align:center;">but somehow i&#8217;m still alive inside<br />
you took my breathe but i survived<br />
i don&#8217;t know how but i don&#8217;t even care</p>
<p style="text-align:center;">so how&#8230;<br />
do you expact me to live alone with just me?<br />
couse my world revolves around you<br />
it&#8217;s so hard for me to breath</p>
<p style="text-align:center;">tell me how i&#8217;m supposed to breathe with no air<br />
can&#8217;t live, can&#8217;t breathe wiht no air<br />
there&#8217;s how i fell whenever you ain&#8217;t there<br />
there&#8217;s no air no air<br />
got me out here in the water so deep<br />
tell me how you gon&#8217; be without me<br />
if you ain&#8217;t here i just can&#8217;t live<br />
there&#8217;s no air no air</p>
<p style="text-align:center;"><!--Text and/or HTML code that is inserted after the exported output (e.g., copyright notice).--></p>
<br />Posted in Entertainment Tagged: chris, jordin, lagu, lirik, lyric, no air, song <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=106&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/lyric/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ninda89.files.wordpress.com/2008/12/p4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jordin sparks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata</title>
		<link>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kisah-nyata/</link>
		<comments>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kisah-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 08:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninda89</dc:creator>
				<category><![CDATA[story]]></category>
		<category><![CDATA[andi]]></category>
		<category><![CDATA[baro]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mamah]]></category>
		<category><![CDATA[munifah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninda89.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[My Memory hai teman-teman&#8230; ini adalah kisah nyata dari ibu nda. Dia sedang mencari seseorang yang sangat ingin ia temui. setelah baca kisah ini, nda harap ada orang yang bisa memberitahu keberadaan orang tersebut. itu pun kalau ada yang tau. sayangnya ibu nda ga punya fotonya. Disekitar tahun 1987-1988, sewaktu aku duduk di kelas 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=104&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><!--Text and/or HTML code that is inserted before the exported output (e.g., company logo).--><br />
<strong>My Memory</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#3366ff;">hai teman-teman&#8230; ini adalah kisah nyata dari ibu nda. Dia sedang mencari seseorang yang sangat ingin ia temui. setelah baca kisah ini, nda harap ada orang yang bisa memberitahu keberadaan orang tersebut. itu pun kalau ada yang tau. sayangnya ibu nda ga punya fotonya.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span id="more-104"></span></p>
<p>Disekitar tahun 1987-1988, sewaktu aku duduk di kelas 2 SMA swasta di Karang Kitri, Bekasi, tepatnya di SMA 45 Bekasi (UNISMA). Disitulah awal mula perkenalan ku dengan seorang siswi baru pindahan dari Donggalan, Sulawesi Tengah. Dia siswi yang cantik dan tutur katanya pun lembut. Dia duduk sebangku dengan ku. Dia adalah Munifah Andi Baro.<br />
Dari hari ke hari, persahabatan kami semakin erat, bahkan sampai-sampai tidak pernah ada rahasia diantara kami. Kami sering menghabiskan waktu bersama dan pergi ke taman rekreasi bersama-sama, hingga merayakan pesta tahun baru pun bersama-sama di monas.<br />
Suatu hari aku diajak main ke tempat keluarganya di daerah Kalibata, Jakarta. Meskipun dia pendatang dari luar Pulau Jawa, tetapi dia lebih tau seluk beluk Jakarta dibandingkan aku yang penduduk asli Bekasi. Lalu saya diajak ke daerah Kramat Raya, Jakarta, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ternyata disana ada persatuan team sepak bola yang baru datang dari donggalan dan mereka semua itu adalah teman-temannya Munifah yang dikenalkan kepada ku saat itu juga. Akan tetapi saat ini aku sudah lupa dengan nama-nama mereka. Hanya ada satu nama yang hingga kini masih ku ingat, &#8220;Abdullah Peta Maliang&#8221;. Selain namanya yang unik, orangnya juga ganteng loh&#8230;<br />
Selama seminggu team sepak bola tersebut ada di Jakarta dan selama itu juga aku dan munifah selalu pergi ke jakarta setelah pulang sekolah sampai akhirnya team sepak bola tersebut kembali ke Sulawesi. Bahkan aku ikut mengantar mereka hingga ke pelabuhan Tanjung Priuk.<br />
Di Bekasi munifah tinggal bersama kakak laki-lakinya yang bernama Umar Andi Baro dan kakak iparnya yang bernama Munzifah dan memiliki seorang anak perempuan. Mereka tinggal di Perumahan Babelan Indah Blok D No. 444 Bekasi. munifah pernah cerita kalau rumahnya yang di Donggalan tidak jauh letaknya dari SMA Donggalan.<br />
Sudah hampir 20 tahun ini aku tidak mendengar kabarnya. Ketika SMA, munifah berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Robert. Akan tetapi Umar tidak menyetujui hubungan mereka. Kabar terakhir yang ku dengar, ketika aku main ke rumah kakaknya Munifah, Umar memberi tahu ku bahwa Munifah sudah kembali ke Sulawesi Selatan. Entah itu benar atau tidak, tetapi aku berfikir kalau kakaknya menjauhkan aku dari munifah karena dia berfikir kalau akulah yang mendekatkan Munifah dengan Robert.<br />
Hingga saat ini aku tidak mengetahui keberadaan Munifah. aku ingin sekali bertemu dengannya setelah sekian lama berpisah darinya. Aku sudah mencari kabar tentang munifah kepada teman-temanku yang lain, akan tetapi tidak ada kabar sedikit pun mengenainya. tidak ada yang tau dia pergi kemana dan tinggal dimana. Hanya ini yang bisa aku lakukan, mencarinya melalui internet. Aku hanya berharap ada seseorang yang membuka situs ini dan mengenal Munifah Andi Baro dan mengetahui keberadaanya. Bagi yang mengenalnya, tolong kirimkan comment anda ke blog ini. karena aku sangat ingin bertemu dengannya. Hingga saat ini aku belum pernah menemukan sahabat sebaik dia.</p>
<p style="text-align:right;">Sri Hartati<br />
<!--Text and/or HTML code that is inserted after the exported output (e.g., copyright notice).--></p>
<br />Posted in story Tagged: andi, baro, kenangan, kisah, mamah, munifah, sahabat, story <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ninda89.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ninda89.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ninda89.wordpress.com&amp;blog=4129631&amp;post=104&amp;subd=ninda89&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninda89.wordpress.com/2008/12/28/kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/495439e08c64f04d731e52b0a2e82831?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ninda89</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
